Jawapes, Sampang.co.id - Adanya laporan masyarakat terkait kinerja Kepala sekolah maupun guru yang Nakal di kabupaten Sampang tanpa ada sank...
Jawapes, Sampang.co.id - Adanya laporan masyarakat terkait kinerja Kepala sekolah maupun guru yang Nakal di kabupaten Sampang tanpa ada sanksi tegas dari dinas terkait maupun dari Pemerintah Kabupaten Sampang. Sudah bukan barang baru lagi, kerana hal tersebut adanya faktor pejabat yang membekingi di belakangnya juga pembunuh bayaran yang sering dipakai oleh yang bersangkutan untuk mengamankan dirinya dari sorotan Lsm & media.
Semua itu terjadi kerana kurang tegasnya Penegakan Hukum di Kabupaten Sampang Madura.
Contohnya, Yang terjadi di SDN Birem III Tambelangan, Seperti apa yang di sampaikan oleh Rojiun selaku Kasi Sarana dan Prasarana dinas pendidikan Sampang pada tanggal 3/3/2016 di ruangannya ke awak media jawapes, mengenai hasil Rehap berat tiga lokal kelas SDN Birem III, Rehap bangunan sudah selesai, Seharusnya di waktu Proses Rehap sekolahan tersebut disampaikan kalau tidak sesuai alias asal asalan dan kalau sekarang sudah terlambat kerana rehap sekolahannya sudah selesai. Tidak usah di bahas lagi."Kilahnya Rojiun.
Sepertinya sudah terbiasa Rojiun membantu kepala sekolah yang mendapat bantuan dari pemerintah pusat maupun dari Kabupaten Sampang, meskipun peruntukan bantuan tersebut ada yang di salah gunakan, oleh kepala sekolah yang Nakal.
Kenapa Rojiun seperti tidak suka dilaporin penyimpangan Bantuan Rehap Sekolah tersebut...?
Menurut Rifai Koorwil Jawapes Madura, mengenai kasus Kepala sekolah Nakal di Sampang, Rojiun selaku Kasi Sarana dan Prasarana dinas pendidikan Sampang, wajar-wajar saja kalau melindungi Kepala sekolah yang Nakal, Kerana kalau permasalahan Rehap sekolahan itu Sampai di tindak Lanjuti oleh instansi yang berwenang juga Pemkab Sampang maupun Penegak Hukum Sampang pasti Rojiun akan kenak imbasnya.
Kalau ada Pejabat yang terlibat sudah pasti Pembunuh Bayaran ikut andil didalamnya, hal itu sudah biasa terjadi di Kabupaten Sampang, biasanya terkait perkara korupsi dan penyimpangannya. Apalagi kalau menyangkut dinas dan orangnya berduit bisa dipastikan ada intimidasi yang mengarah pengancaman pembunuhan, dan tidak jarang rekan-rekan Lsm & Media dibuat Celaka bisa jadi meregang nyawa (dibunuh) oleh mereka menggunakan cara di luar nalar akal sehat." Beber Rifai. Bersambung. (Dawam)






