Sampang, Jawa pes.co.id - Ancaman Pemerintah memberhentikan Pegawai Negeri Sipil (PNS), jika mereka tidak bisa mempertanggungjawabkan...
Sampang, Jawa pes.co.id - Ancaman Pemerintah memberhentikan Pegawai Negeri Sipil (PNS), jika mereka tidak bisa mempertanggungjawabkan absensi kehadiran selama satu tahun bekerja. Hal itu diungkapkan, Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi, usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa instansi di wilayah Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat.
"Jika dalam satu tahun atau kurang, tidak bisa mempertanggung jawabkan kehadirannya sekurang-kurangnya 45 hari, sudah bisa diberhentikan tidak hormat," kata Yuddy di sela-sela mengunjungi Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 10 Juni 2016.
Semua Ancaman Pemerintah yang di ungkapkan Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi
tersebut, seperti tidak berlaku di Pemerintah Kabupaten (Pemda)Sampang madura,
Kerana sampai saat ini masih belum ada sangsi tegas bagi Pegawai negeri Sipil (PNS) Sampang yang jarang masuk kantor dengan dan tanpa alasan yang jelas sampai lebih dari 45 hari.
tersebut, seperti tidak berlaku di Pemerintah Kabupaten (Pemda)Sampang madura,
Kerana sampai saat ini masih belum ada sangsi tegas bagi Pegawai negeri Sipil (PNS) Sampang yang jarang masuk kantor dengan dan tanpa alasan yang jelas sampai lebih dari 45 hari.
Seperti apa yang di sampaikan Rifai Selaku koorwil Lsm Jaringan warga peduli sosial (jawa pes),
Kepada awak media Di kantornya,
Bukan hanya 45 hari kalau Oknum PNS di Kabupaten sampang yang Bolos /tidak masuk kantor, ada yang 4bulan, 5bulan lebih dalam setahun aman aman saja.
Kepada awak media Di kantornya,
Bukan hanya 45 hari kalau Oknum PNS di Kabupaten sampang yang Bolos /tidak masuk kantor, ada yang 4bulan, 5bulan lebih dalam setahun aman aman saja.
Contohnya, Mantan kepala sekolah SDN BIREM 3, dan juga salah satu Pengawas SMP dinas pendidikan Sampang, Sampai sekarang masih belum ada tindakan tegas dari instansi terkait maupun pemerintah Kabupaten Sampang, seakan di biarkan mereka melakukan hal tersebut, apa mungkin sudah menjadi kebiasaan bagi PNS Sampang hal demikian, itupun hanya sebagian dari PNS yang Nakal.
Belum lagi Oknum PNS Sampang yang suka main prempuan (Selingkuh),di dalam maupun luar kota.
Belum lagi Oknum PNS Sampang yang suka main prempuan (Selingkuh),di dalam maupun luar kota.
"Meskipun PNS yang jarang ngantor dan juga suka main prempuan tersebut sudah di ketahui oleh instansi terkait dan inspektorat, hingga Bupati Sampang, tapi sampai saat ini tidak ada tindakan yang Nyata lan tegas dari Bupati Sampang Seperti apa yang telah di sampaikan Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi. Jelas Rifai. (On1)






