SAMPANG, (jawapes.co.id) – Fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sampang tak terawat dan terlihat kotor membuat Sekdakab S...
SAMPANG, (jawapes.co.id) – Fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sampang tak terawat dan terlihat kotor membuat Sekdakab Sampang dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang angkat bicara.
Kepala Dinas Kesehatan Sampang, Dr Firman Pria Abadi melalui pesan singkatnya seakan kebakaran jenggot dengan pemberitaan media jawapes.co.id terkait Pasien miskin yang dijadikan sapi perah dan kamar Jorok di RSUD Sampang. Ia kemudian mengajak untuk bersama-sama ngecek kamar rumah sakit yang bertarif Rp 450.000 kotor dan berkuman tersebut.
"Rumah sakit mana boz .....Ayo survei sama saya, kondisi dan fasilitasnya seperti apa," ajaknya, Sabtu (01/04/2017).
Namun, setelah ditunjukkan bukti-bukti, bahwa rumah sakit masih Kempro, dr Firman mengakui bahwa rumah sakit ada problem dan kurang baik dalam memperhatikan kebersihan khususnya kamar pasien.
"Tata ruangnya dari awal kurang nyaman, sangat tampak sekali selalu tidak bersih," akunya.
Untul diketahui, Kamar pasien umum yang membayar mahal saja masih jorok dan berkuman seperti itu...! Bisa kebayang tidak kamar pasien miskin yang menggunakan jaminan kesehatan dari pemerintah pusat maupun daerah, akan layak untuk pasien dan sesuai standat yang berlaku...?
Bedahal dengan apa yang disampaikan Sekda Sampang Phutut Budi Santoso, terkait pelayanan rumah sakit dan kamar jorok dan berkuman yang cukup mahal tersebut.
"Seharusnya rumah sakit sampang bisa berbenah untuk lebih baik, juga harus lebih memperhatikan keluhan dan laporan dari masyarakat supaya kedepanny sampang sehat bisa nyata," ujar Phutut.
Semua itu bisa terjadi, karena kepemimpinan Dirut RSUD Sampang Madura dr Titin Hamida yang begitu dingin dan cuex dalam merespon masukan dan keluhan dari masyarakat, malah seperti alergi dengan adanya laporan masyarakat tentang prilaku bawahannya yang kurang baik dan sangat merugikan masyarakat luas.
Semoga saja dr Titin selaku Dirut RSUD Sampang, bukan termasuk golongan orang-orang yang dholim serta munafik, tidak bangga dengan apa yang menimpa nasib pasien miskin yang sudah dijadikan sapi perah, serta pasien yang hampir dijadikan kelinci percobaan oleh oknum rumah sakit sampang. (Rifai)







