SAMPANG, (jawapes.co.id) – Proyek pembangunan instalasi pompa banjir Sungai Kamoning, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, yang terbagi...
SAMPANG, (jawapes.co.id) – Proyek pembangunan instalasi pompa banjir Sungai Kamoning, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, yang terbagi dalam lima kegiatan dengan Satuan kerja (Satker) Dinas PU Sumber Daya Air Propinsi Jawa Timur tersebut terkesan menghamburkan uang negara.
Hal tersebut disampaikan Sekjen Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Warga Peduli Sosial (Jawapes) Indonesia, Rizal Diansyah Soesanto, ST, kepada media online jawapes.co.id, Rabu (29/11/2017).
Proyek pembangunan instalasi pompa banjir Sungai Kamoning di kawasan perkotaan tersebut bersumber dari dana APBD Propinsi Jawa Timur tahun 2017, dengan nilai kontrak kurang lebih sebesar Rp 50 milyar, sehingga dinilai kurang tepat karena akses manfaat bagi masyarakat sekitar dipertanyakan.
"Ada indikasi pekerjaan proyek itu dipaksakan demi terserapnya anggaran, sebab tidak memperhatikan cuaca dan lokasi proyek. Jangankan manfaat untuk warga sekitar, Kwalitasnya pun asal jadi yang berimbas pada molornya pekerjaan," bebernya.
Menurutnya, apabila proyek tersebut tidak selesai sesuai kontrak hingga berakhir tahun anggaran, dalam Kepres dapat di perpanjang selama 50 hari. Namun ada konsekuensi, kalau akibat kelalaian maka proyek itu akan dikenakan denda.
"Pengerjaan proyek itu harus ditinjau ulang dan dievaluasi dinas terkait. Kami berharap adanya ketegasan terhadap pelaksana kegiatan yang nakal," harapnya.
Sementara itu, Udin salah satu warga sekitar juga mempertanyakan bahwa fungsi dibangunnya pompa dengan dana milyaran itu untuk apa. Sebab, fungsi pembuang dari pompa itu tetap ke sungai.
"Pompa itu bekerja ketika air surut untuk memproses agar cepat masuk ke laut. Akan tetapi, ketika air meluap atau posisi banjir, pompa tidak akan bisa bekerja karena banjir bukan genangan tapi luapan," ungkapnya.
Saat pihak awak media mengambil gambar dilapang, rekanan proyek mengancam jika permasalahan tersebut dipublikasikan. Kemudian molornya pekerjaan pihak rekanan sudah menyalahkan musim hujan. (Rifai)







