Jawapes.co.id (SAMPANG) - Maraknya kemeriahan pesta menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah diwarnai oleh petasan maupun kembang a...
Jawapes.co.id (SAMPANG) - Maraknya kemeriahan pesta menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah diwarnai oleh petasan maupun kembang api, padahal hal yang dimaksud bisa berdampak buruk serta membahayakan diri mereka ataupun orang lain.
Seperti halnya yang terjadi pada salah satu korban yang masih kelas 2 Sekolah Dasar (SD), isinial RS (10), Meninggal Dunia (MD) saat terkena kembang api setelah habis Maghrib bermain di halaman rumahnya, Dusun caker, Desa taman sareh, Kecamatan Sampang, Jum'at (15/06/2018).
Menurut beberapa keterangan yang dihimpun, nyawa korban tak tertolong dengan kondisi yang mengenaskan setelah beberapa menit kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang.
Sebabnya, hal tersebut diduga kurangnya kesadaran serta perhatian masyarakat akan dampak negatif dari petasan maupun kembang api, serta kurangnya peran aktif pemerintah utamanya para penegak hukum dalam mengatasi menjamurnya penjualan petasan maupun kembang api itu sendiri.
Sementara itu, dari kejadian tersebut Kepolisian Resort (Kapolres) Sampang melalui Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnato menghimbau para masyarakat khususnya orang tua untuk tidak membelikan petasan maupun kembang api kepada anaknya.
"Dari kejadian ini, kami menghimbau dan berharap agar para orang tua untuk sebisa mungkin tidak membelikan anaknya petasan maupun kembang api, utamanya kepada anak dibawah umur. Oleh karena itu, nantinya kami juga akan lakukan sweeping terhadap para penjual petasan dan kembang api yang mempunyai daya ledak tinggi. Untuk sementara, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan" pungkasnya saat ditemui dirumah duka.
Sedangkan korban yang diketahui sudah meninggal, diurus pihak keluarganya untuk dimakamkan. (RIZ)








