Sidoarjo Jawapes. Co. Id – Adanya praktek pungutan liar (pungli) disekolah SMA Negeri 1 Krian membuat Panoyo, sebagai Kepala sekolah ...
Sidoarjo Jawapes. Co. Id – Adanya praktek pungutan liar (pungli) disekolah SMA Negeri 1 Krian membuat Panoyo, sebagai Kepala sekolah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kejaksaan Negeri Sidoarjo (Kejari) beberapa waktu lalu. Dugaan terhadap Panoyo melakukan pungutan uang pangkal atau uang gedung kepada para siswanya sebesar Rp 4 juta per siswa.
Berdasarkan keterangan salah satu siswi kelas XI membenarkan adanya pungutan tersebut.
“Dulu pas kita daftar ulang kena biaya uang pangkal sebesar Rp 4 juta,” ucapnya yang tidak mau disebutkan namanya kepada Jawapes, Rabu (6/9/2017).
Dari investigasi yang diperoleh Jawapes, Panoyo tidak dijumpai di kantornya, salah seorang guru mengatakan jika kepala sekolah sedang rapat di Surabaya. Menurut beberapa siswa, belakangan ini memang kepala sekolah jarang ditemui, kalaupun ditemui, tidak sampai siang sudah pergi lagi.
“Jarang kelihatan, kalau Senin upacara kadang kelihatan, tapi tidak lama orangnya keluar,” ucap salah satu siswa.
Panoyo diketahui sudah tiga tahun menjabat sebagai kepala sekolah SMAN Krian Sidoarjo. Beberapa sumber lain mengatakan tak hanya uang pangkal, bahkan Panoyo pernah memungut iuran pada para siswa untuk renovasi ruang kelas.
“Ada lagi pungutan mas, waktu itu untuk renovasi ruang kelas, padahal itu program Block Grand,” ucap sumber. Sementara kasi Intel Kejari Sidoarjo Andri Tri Wibowo ketika dikonfirmasi tidak memberikan jawaban.(Andre)







