Sidoarjo Jawapes. Co. Id – Tak mempan dengan debt colector, Mandiri Tunas Finance (MTF) menyewa oknum aparat dari kesatuan TNI AL untu...
Sidoarjo Jawapes. Co. Id – Tak mempan dengan debt colector, Mandiri Tunas Finance (MTF) menyewa oknum aparat dari kesatuan TNI AL untuk melakukan eksekusi mobil Konsumen yang terlambat bayar parahnya lagi eksekusi penarikan dilakukan dijalan raya berseragam serta bersenjata lengkap dengan cara preman. Arogansi oknum TNI ini disertai dengan penganiayaan menurut keterangan Roni salah satu korban.
“Kemarin saya bersama Ardian sedang melintasi Jl. Pahlawan Sidoarjo mengendarai Honda BRV, tiba-tiba dihentikan salah seseorang yang memakai seragam TNI AL disertai senjata lengkap mengaku dari Mandiri Tunas Finance, bahkan melakukan tindakan kekerasan dengan mencekik saya dan yang lain memegang teman saya, ungkap Roni kepada Jawapes, jumat (15/9/2017).
H. Hasan, pemilik kendaraan tersebut bersama saudara dan temannya mendatangi MTF dijalan Kendang Sari Tenggilis Surabaya untuk protes atas penarikan mobilnya yang tidak sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.
“Saya protes didampingi tim investigasi YALPK (Yayasan Advokasi Lembaga Perlindungan Konsumen) sehingga mendapat tanggapan serius dari MTF dan segera mendatangkan oknum TNI AL tersebut yang bernama Parames yang masih aktif bertugas di Kesatuan TNI AL Karangpilang,” jelas H. Hasan.
Akhirnya disepakati mengeluarkan dan mengembalikan mobil tersebut kepada H. Hasan, sedangkan pihak MTF saat di konfirmasi, mereka memilih bungkam tidak bersedia memberi keterangan terkait oknum tersebut.
Adrian korban penganiayaan yang juga anggota Kepolisian Sidoarjo menjelaskan selain dipaksa juga dipukul oleh beberapa preman sekitar 20 (dua puluh) orang.
“Saya sudah melaporkan pihak kepolisian dan lakukan visum,” pungkas Adrian.
Edy Rudyanto ketua YALPK (Yayasan Advokasi Lembaga Perlindungan Konsumen) menyesalkan kejadian ini.
“Pihak finance telah melakukan kesalahan yang sangat fatal dan oknum yang di sewa untuk melakukan eksekusi mobil bisa dijerat dengan undang-undang berlapis karena dia masih aktif dinas dengan seragap TNI ini sungguh memalukan korp TNI yang dibanggakan masyarakat Indonesia. Apalagi dengan melakukan kerja kotornya ini oknum tersebut dilengkapi senjata hal ini segera diadukan peristiwa ini ke korp nya GARNISUN serta POMAL,” tutur Edy.(Red)







