Sampang, jawapes.co.id - Lagi-lagi oknum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur, Memungut biaya registrasi, ...
Sampang, jawapes.co.id - Lagi-lagi oknum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur, Memungut biaya registrasi, perawatan dan obat dari pasien miskin (jamkesmas) atau pasien yang tergolong masyarakat miskin, Jumat (10/03/2017).
Hal tersebut diungkap Coco salah satu keluarga pasien, kepada media jawapes.co.id, sambil menunjukan bukti-bukti nota pembayaran.
"Semua tagihan sudah saya bayar tunai mas, pasien sampai di UGD pukul 15.00 WIB. Namun, sekitar pukul 19.00 WIB pasien baru mendapat penanganan dari petugas RSUD Sampang, pelayanan terhadap pasien khususnya masyarakat miskin pengguna jaminan kesehatan dari pemerintah sangat memprihatinkan, apalagi diluar jam kerja (dinas) dan hari libur, keselamatan pasien terabaikan," ungkapnya.
Ia juga merasa kesal dan kecewa karena pasien miskin di terlantarkan oleh oknum rumah sakit berjam-jam, tanpa ada tindakan serius dan terkesan di biarkan.
"Pelayanan di rumah sakit sampang yang bisa di ibaratkan langit dan bumi antara pasien umum dan pasien miskin," tandasnya.
Sementara itu, Mahalnya tarif kamar pasien umum juga di keluhkan oleh Emmat salah satu keluarga pasien umum.
"Kamar pasien umum cukup jorok, kamar mandinya berbau pesing,Berkuman dan airnya kotor, kamar seperti itu di patok perhari 450 Ribu belum lagi biaya pelayanan dan obat-obatan serta tindakan medis dll, ini Rumah sakit pemerintah mau melayani pasien apa mau menjadikan pasien sapi perah, demi mendapatkan uang sebanyak mungkin, untuk pribadinya apa untuk setoran keatasan. Bisa di katagorikan pelayanan tergantung uang semata," cetusnya.
Terpisah, Dirut RSUD Sampang dr Titin Hamida saat dikorfimasi via selulernya, tidak membenarkan adanya pungutan pasien miskin pengguna Jamkesmas tersebut.
"tidak ada pungutan-pungutan seperti itu mas, sampaikan buktinya langsung ke saya," sanggahnya.
Saat dimintai kepastian untuk memberi tindakan tegas terhadap oknum rumah sakit Sampang, dr Titin Hamida tidak bisa memberi jawaban. (rifai)







