Sampang, Jawapes.co.id - Hingga saat ini masih banyak masyarakat yang mengeluhkan sulit dan mahalnya pemasangan listrik baru di karnakan min...
Sampang, Jawapes.co.id - Hingga saat ini masih banyak masyarakat yang mengeluhkan sulit dan mahalnya pemasangan listrik baru di karnakan minim nya pengetahuan masyarakat di Pelosok Desa tentang Pemasangan Listrik Baru Sesuai ketentuan PLN.
Dari sanakah Oknum nakal memanfaatkan Masyarakat untuk mengeruk keuntungan sebanyak mungkin.
Seperti apa yang terjadi di desa Lar Lar Kec, Banyuates Sampang Madura, yang seharus nya penyambungan Listrik baru untuk daya 900 VA sebesar Rp 844.000, dan daya 1.300 VA, Rp 1.218.000. Ketentuan itu belum termasuk biaya materai, administrasi, dan setrum perdana.
Semua ketentuan PLN tersebut tidak pernah di rasakan oleh masyarakat Desa Lar Lar, Kec. Banyuates, di karnakan Kades yang baru terpilih beberapa bulan yang lalu bekerja sama dengan Calo/Pelantara, yang mengatas namakan CV Rekanan PLN, menarik biaya pemasangan Listrik baru terhadap Masyarakat yang akan memasang Listrik Baru dengan biaya yang sangat Fantastis (MAHAL) yaitu, Rp. 2.700.000 untuk daya 900 VA dan Rp. 3.400.000 untuk daya 1.300 VA.
Saat di Confirmasi oleh Tim media Jawapes di rumahnya, Kades Lar Lar mengiyakan, pemasangan Listrik baru dengan Harga selangit (mahal) tersebut, di karnakan adanya proyek pemasangan Tiang Besar, Travo, dan Kabel di desa Lar Lar itu tidak Gratis (membeli) dari PLN, dan yang mendanai semua itu bukan masyarakat juga Bukan PLN, tapi pemodal dari luar Desa Lar Lar orang yang ber duit, saya hanya mendompleng kepadanya, kalau tidak mendomplen kepada orang yang ber duit, meskipun 1000 tahun Lagi Desa Lar Lar tidak akan teraliri Listrik. Sumbarnya Kades.
Terkait Percaloan pemasangan Listrik Baru di desa Lar Lar Kec, Banyuates, Membuat Rifai, Koorwil Jawapes & Sekjen Lsm DPP Lasbandra Angkat Bicara, Untuk Penyambungan baru daya 900 VA sebesar Rp 844.000, daya 1.300 VA, Rp 1.218.000 Ketentuan ini belum termasuk biaya materai, administrasi, dan setrum perdana. Biaya setrum perdana 100.000 dan biaya instalasi 1.000.000. Jadi total yang harus dibayar warga dalam pasang baru untuk 900 VA Cukup Rp. 1.944.000 dan 1.300 VA Rp. 2.318.000 itu sudah hitungan maksimal,"tandas Rifai,
"Masih Rifai, Sedangkan Proyek penyediyaan tiang kabel dan travo itu beda lagi, proyek tesebut semuanya dibiayai Pihak PT PLN (Program PB KOLEKTIF), yang mana program tersebut persyaratannya hanya membayar biaya pasang baru. Contoh : Jika Calon pasang baru 350 kewajiban yang harus dibayar ke PLN agar proyek Tiang masuk Desa larlar 350 X 1.218.000 = Rp 426,300,000,- setelah kewajiban itu terpenuhi Pihak PLN menjalankan Proyek pemasangan tiang, kabel dan travo.
Hal ini masyarakat harus tau kalau proyek pemasangan tiang dan kabel besar juga travo bukan masyarakat yang membeli tetapi semua ditanggung PT PLN, bukan dari Calo/ Pemodal yang ber uang yang mendanai, tidak seperti apa Kata kades Lar Lar tersebut.
Ini hanya salah satu bukti kalau percaloan/Pelantara untuk pemasangan Listrik Baru di kabupaten Sampang Madura masih Lancar dan Bebas Berkeliaran mencari mangsa,
"Praktik Percaloan Pasang Listrik Baru yang sangat meresahkan masyarakat tersebut, Harus ada tindakan tegas Dari PLN sesuai dengan ketentuan yang ada,
Jangan hanya selogan Bebas Calo/pelantara yang menempel di dinding dindin kantor PLN,
PLN harus Berani menindak tegas Sesuai ketentuan yang ada, kalau memang Oknum PLN Setempat, Rayon Ketapang, maupun Pamekasan tidak terlibat praktik Percaloan Tersebut.
Supaya Citra PLN tidak jelek di mata masyarakat luas.jelas Rifai. Bersambung






