Solo, Jawapes.co.id - Terjadi ledakan bom bunuh diri yang dilakukan oleh orang tak dikenal dengan menggunakan Sepeda motor Mio tanpa melibat...
Solo, Jawapes.co.id - Terjadi ledakan bom bunuh diri yang dilakukan oleh orang tak dikenal dengan menggunakan Sepeda motor Mio tanpa melibatkan korban jiwa lain selain pelaku itu sendiri. Korban luka hanya Bripka Ba Provost Bambang Adi, selaku saksi utama dan saksi - saksi lain diantaranya, Dony Pratama (22) Lantin Resta, Kuang Rt.4 Rw.6 Pucang Anom Giritomtro Wonogiri, Bripka Adi Wiharto Provost, M. Ichwan Aiptu Ba Polresta.
Kejadian bom bunuh diri tersebut terjadi di Halaman Mapolresta Surakarta, Jl. Adi Sucipto pada Senin 5 Juli 2016 pukul 07.30 WIB yang merupakan hari kemenangan akhir puasa bulan Ramadhan 1 Syawal 1437 H. Kronologi kejadian, pelaku sendirian masuk ke Mapolresta Surakarta dengan menggunakan sepeda motor yamaha mio warna hijau dengan nomor plat kendaraan AD 6136 HM. Pada saat serah terima piket, pelaku menerobos depan penjagaan dengan kencang sambil mengucap kalimat shahadat menuju arah parkiran belakang tanpa menghiraukan panggilan dari pos penjagaan. Dari hirauan pelaku, saksi Bripka Bambang dan saksi Bripka Adi langsung melakukan tindakan pengejaran yang kemudian pelaku berbalik arah mendekat Bripka Bambang sambil memasukan tangan ke saku jaket, dan berkata " AKU MAU CARI POLISI " tepat didepan SPKT ledakan pun terjadi tanpa diduga yang berasal dari badan pengendara sepeda motor mio tersebut, sehingga serpihan bom mengena ke sebagian muka Bripka Bambang Adi. Dalam kejadian ini pelaku bom bunuh diri tewas ditempat, Anggota Provos Bripka Bambang adi Polresta Surakarta mengalami luka pada bagian muka dan dilarikan ke RS.Pantiwaluyo, kemudian untuk materil yaitu satu buah sepeda motor yamaha mio milik pelaku dengan kondisi rusak parah. Saat ini masih dilakukan olah TKP dan pendataan oleh Polresta Surakarta. Berdasarkan pantauan tim Jawapes bahwa kejadian bom bunuh saat menemui Kapten Edy Hartono mengatakan, Solo memang harus ekstra perketat dalam penjagaan karena sudah berulang untuk kejadian berbau terorisme secara khusus dan wilayah Indonesia pada umumnya.(Sucipto)






