Sampang - Jawapes.co.id- 18 November 2016. Diakui atau tidak, salah satu tolak ukur keberhasilan kinerja dari seorang pejabat di beb...
Sampang - Jawapes.co.id- 18 November 2016.
Diakui atau tidak, salah satu tolak ukur keberhasilan kinerja dari seorang pejabat di beberapa SKPD biasanya ditentukan oleh bagaimana pejabat tersebut memiliki cara agar bisa memanagerial sebuah program kegiatan/proyek berjalan mulus tanpa menemui suatu kendala atau masalah. Menyikapi hal itu banyak cara dan trik yang dilakukan oleh seorang pejabat demi mencapai karir yang gemilang. Meskipun dengan cara-cara Melawan Hukum. Tendensinya adalah demi menduduki jabatan strategis. Semisal, Kadis atau Kabag Pembangunan di Sekretariat kabuapaten. Karena disitu dianggap lahan basah untuk menghasilkan uang.
Semisal, apa yang dilakukan oleh Imam Irawan atau biasa dipanggil Irawan selaku Kabid Pemeliharaan Dinas PU Pengairan Sampang. Demi memuluskan ambisi dan kepentingannya, dia rela menggunakan cara-cara Melawan Hukum untuk bisa mengamputasi kinerja jurnalis dan LSM. Cara yang dia pakai adalah dengan menjanjikan akan memberikan kegiatan Pekerjaan proyek untuk bisa menahan laju dari fungsi kontrol beberapa awak media dan LSM yang sedang getol menyoroti kinerjanya.
Hal itu diungkapkan oleh Rifai selaku nahkoda Korwil Jawapes Group dan LSM Lasbandra Sampang. Dia mengatakan, kalau dirinya tidak luput dari rayuan manis Irawan. Dirinya pernah ditawari pekerjaan proyek dengan catatan jika ada temuan dilapangan terkait penyimpangan pekerjaan proyek agar diam dan selalu berkordinasi dengannya. Artinya masalah tersebut jangan sampai Rame
" Begini ucapan irawan ke saya saat saya menemuinya ("kamu cari saja lokasi proyek. Nanti saya atur. Kamu kerjakan sendiri tidak usah rame rame. Kalau kamu menemukan pekerjaan PU pengairan yang rusak atau tidak sesuai, kamu langsung ke saya saja. Tidak usah ke lain nanti saya sampaikan") " Beber Rifai sambil berusaha menirukan ucapan Irawan.
Masih menurut Rifai, seharusnya Dia tidak berperilaku seperti itu. Karena Hal itu bisa memberi contoh yang tidak baik buat anak buahnya dan akan menjadi president buruk bagi PU pengairan Sampang. Hal paling mengerikan adalah adanya usaha amputasi yang dilakukan oleh Irawan kepada awak media dan LSM di Sampang terkait fungsi kontrol yang dilakukan selama ini.
" kalau ini dibiarkan, maka fungsi kontrol dari teman-teman jurnalis dan LSM akan lemah. Hal seperti itu sangat membahayakan. Utamanya kebocoran dana APBD maupun APBN. Karena bisa membuka pintu Korupsi selebar-lebarnya dalam lingkup dinas PU pengairan Sampang" tegasnya.
Rifai menambahkan, apa yang dilakukan oleh Irawan ini sangatlah tidak pantas. Dirinya menilai, ini adalah cara-cara Melawan Hukum dari seorang pejabat yang suka cari muka kepada atasannya.
" Apakah pantas seorang kabid punya perilaku seperti itu. Apa cari muka untuk mengamankan tujuan nya agar lebih aman dan berjalan lancar...???
masih menjadi kabid saja udah belagu. Bagaimana kalau menjadi Kepala dinas atau kepala Kabag pembangunan..?
Kalau kabidnya seperti itu kelakuannya, bagaimana kelakuan bawahannya..??? " celotehnya.
masih menjadi kabid saja udah belagu. Bagaimana kalau menjadi Kepala dinas atau kepala Kabag pembangunan..?
Kalau kabidnya seperti itu kelakuannya, bagaimana kelakuan bawahannya..??? " celotehnya.
Ditempat terpisah, Ketika dikonfirmasi oleh awak media jawapes di ruangannya,
Kepala Dinas PU Pengairan Sampang, , Ir. Tony moerdiwanto, M.Si tidak dapat memberikan keterangan yang jelas. Dia hanya menyayangkan sikap dan perilaku dari Irawan tersebut.
Kepala Dinas PU Pengairan Sampang, , Ir. Tony moerdiwanto, M.Si tidak dapat memberikan keterangan yang jelas. Dia hanya menyayangkan sikap dan perilaku dari Irawan tersebut.
" saya amat menyanyangkan sikap anak buah saya itu mas,,, " kilahnya. (red) bersambung






