Sampang, Jawapes.co.id - Menjelang akhir tahun 2016 yang efentif tinggal beberapa hari masih ada pengadaan barang yang baru saja dil...
Sampang, Jawapes.co.id - Menjelang akhir tahun 2016 yang efentif tinggal beberapa hari masih ada pengadaan barang yang baru saja dilelang, hingga saat ini, kamis (15/12/2016) masih belum ada pemenang lelangnya. Proyek pengadaan barang senilai Rp 2.500.150.000 / 2,5 milyar lebih dari dana APBD TA 2016 baru dilelang oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang.
Menanggapi hal itu Sekjend DPP Jaringan Warga Peduli Sosial (Jawapes) Indonesia, Rizal Diansyah Soesanto, ST menyesalkan akan lambatnya kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang. “Pada saat pengajuan anggaran hingga diputuskan adanya penganggaran APBD senilai 2,5 Milyar itu pasti sudah jelas peruntukannya untuk apa, sehingga anggaran dengan nominal tersebut muncul?, papar Rizal.
Ketidakseriusan Pemda Sampang dalam program yang telah dianggarkan ini, dapat kita lihat berdasarkan beberapa indikator yang jelas terkait serapan anggaran yaitu melalui seberapa banyak paket yang sudah selesai dilelang dan sudah dikerjakan. Pengadaan barang /jasa merupakan hal penting dalam instrumen belanja pemerintah karena memiliki pagu anggaran yang cukup besar. Selain itu pengadaan barang jasa sangat erat kaitannya dengan kesejahteraan publik, ungkap Rizal.
Menanggapi hal itu Sekjend DPP Jaringan Warga Peduli Sosial (Jawapes) Indonesia, Rizal Diansyah Soesanto, ST menyesalkan akan lambatnya kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang. “Pada saat pengajuan anggaran hingga diputuskan adanya penganggaran APBD senilai 2,5 Milyar itu pasti sudah jelas peruntukannya untuk apa, sehingga anggaran dengan nominal tersebut muncul?, papar Rizal.
Ketidakseriusan Pemda Sampang dalam program yang telah dianggarkan ini, dapat kita lihat berdasarkan beberapa indikator yang jelas terkait serapan anggaran yaitu melalui seberapa banyak paket yang sudah selesai dilelang dan sudah dikerjakan. Pengadaan barang /jasa merupakan hal penting dalam instrumen belanja pemerintah karena memiliki pagu anggaran yang cukup besar. Selain itu pengadaan barang jasa sangat erat kaitannya dengan kesejahteraan publik, ungkap Rizal.
Saat dikonfirmasi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Drs. H. Heri Purnomo, M.Pd mengenai adanya pelelangan ini masih belum bisa ditemui oleh awak media.
Pembina Jawapes, Sugeng Nugroho, SH menyampaikan bahwa buruknya pengadaan barang dan jasa sangat berdampak besar kepada pelayanan masyarakat. “Adanya serapan anggaran yang masih sangat minim sehingga diakhir tahun dipaksakan untuk habis tanpa berfikir masih relevan atau tidak untuk dikerjakan,” ujar Sugeng. Saya meminta Bupati Sampang untuk lebih serius bekerja. Sehingga, SKPD dibawahnya dapat segera memaksimalkan program yang ada sekaligus memaksimalkan serapan anggarannya dan harus memanggil SKPD-SKPD yang ditemukan belum bekerja maksimal, jangan sampai di akhir tahun baru ngebut untuk menghabiskan anggaran, pesan Sugeng.(Red)






