Sampang, jawaPes Indonesia.co.id-Kegiatan proyek di Dusun Plarbe'en Desa Montor Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang Tahun 2015 ini, di...
Sampang, jawaPes Indonesia.co.id-Kegiatan proyek di Dusun Plarbe'en Desa Montor Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang Tahun 2015 ini, diduga anggaran dari APBN jumlah anggaran dipertanyakan karena papan proyek tidak dicantumkan sehingga masyarakat tidak mengetahui anggarannya dari mana.
Hasil investigasi Tim Teknis LSM LASBANDRA di lokasi proyek bahwa kegiatan tersebut kualitasnya sangat jelek, urukannya menggunakan tanah liat, pemasangan U Gutter amburadul dan jelas - jelas tidak sesuai juknis, serta diduga mark up karena pekerjaan tersebut belum selesai 100%, sudah dianggap 100% selesai serta pekerjaan tersebut mengarah pada tindak Korupsi.
Pekerjaan Milyaran tersebut juga menuai protes dari sebagia masyarakat sekitar. Karena dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut terkesan tidak mengikuti aturan."Saya sebagai masyarakat merasa berkewajiban untuk ikut berperan serta dalam mengawasi pelaksanaan pekerjaan yang dibiayai oleh dana Pemerintah tersebut,"ungkap Marnali salah seorang warga setempat.
Menurut Marnali, pekerjaan tersebut dihawatirkan dikala hujan akan terjadi lonsor dan disaat pintu air pasti rumah warga akan tergenang air (banjir), imbuh Marnali
Dawam Ketua LSM Lasbandra menduga pekerjaan tersebut terindikasi KKN dan kongkalingkong. Karena, pihak PPK, konsultan pengawas, maupun pengawas dari Dinas terkait seolah-olah tutup mata atas pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor H. Nuri meraup keuntungan yang lebih besar.
"Saya sebagai masyarakat merasa sangat kecewa dengan dana Milyaran Rupiah tapi pelaksanaannya dikerjakan asal jadi. Saya rasa umur dari bangunan itu tidak akan lama, karena diduga dikerjakan tidak sesuai dengan perencanaannya,"ungkapnya.
Dalam pengerjaan proyek tersebut masih banyak lagi hal lain yang sangat diragukan dalam pelaksanaannya, khususnya volume dan spesifikasi dari pekerjaan tersebut bisa dikatakan cacat mutu.
Hingga berita ini diterbitkan, H. Nuri selaku pelaksana kegiatan sulit ditemui bahkan sudah didatangi rumahnya dan beberapa kali dihubungi melalui Hp selulernya untuk dikonfirmasi tentang kegiatan tersebut tetapi tidak ada jawaban darinya. ( tim & Rifai)






