SAMPANG (jawapes.co.id) – Meski kegiatan Pemilihan umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sampang baru akan berlangsung pada tahun 20...
SAMPANG (jawapes.co.id) – Meski kegiatan Pemilihan umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sampang baru akan berlangsung pada tahun 2018 mendatang, nama-nama yang dikabarkan akan maju pada pesta demokrasi itu kini sudah mulai bermunculan. Bahkan, beberapa tokoh juga sudah mulai pamer muka sehingga ramai diperbincangkan masyarakat.
Selain nama-nama yang sudah beredar, seperti bupati incumbent KH Fannan Hasib dan H Mohammad Ashari (Partai Demokrat), sejumlah nama lain juga mulai bermunculan. Di internal partai Demokrat sendiri ada beberapa nama lain yang layak dicalonkan sebagai bupati atau wakil bupati. Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, sejumlah kandidat dari luar partai ternyata juga menyatakan siap untuk maju. Mereka berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Mulai dari tokoh partai politik, birokrat, pengusaha, tokoh pemuda dan masih banyak lagi.
Menurut Aktivis LSM Lasbandra, Koorwil jawapes group, Rifai mengatakan dari sekian figur yang kini bermunculan, namun harapan rakyat Sampang, kiranya pemimpin ke depan, yang benar-benar bisa memberikan peningkatan kesejahteraan bagi rakyat, termasuk membuka lapangan kerja, perputaran ekonomi lancar, dan besar kepedulian untuk membangun Sampang yang lebih maju.
"Termasuk diantaranya, jalan-jalan desa tak ada lagi yang berlubang, demikian pula soal penanganan pendidikan, kesehatan dan bidang lainnya semakin maju. Bupati Sampang kedepan harus lebih profesional, punya perhatian dalam mengembangkan dari potensi sumber alam yang dimiliki Sampang," ujarnya, Rabu (18/01/2017).
Dikatakannya, sebagai organisasi independen yang tidak berafisiliasi politis dengan calon mana pun dalam pentas Pilkada mengedepankan nafas dan nilai-nilai leadership ideal yang dimiliki setiap kader maupun figur calon pemimpin daerah. Lasbandra juga menekankan pentingnya memiliki pemimpin daerah yang tidak bermental serakah sebab hal itu, kata dia merupakan embrio mentalitas yang pasti menjurus kepada anomali perilaku pengelolaan kekuasaan.
"Lasbandra sangat netral dan independen dan kami tidak berafiliasi politis, apalagi politik praktis. Jadi, siapapun yang berpolitik tau diri, taat azas, tidak serakah, mampu menjunjung keteladanan dan kepeloporan perubahan serta memiliki kadar bibit, bebet dan bobot, siapapun akan memberi apresiasi karena itulah nilai-nilai luhur leadership kepelayanan yang kita anut di negara ini, dari pada bangsa kita dihuni politisi-politisi busuk yang hanya tau meminjam amanat rakyat untuk ego kursi dan jabatan sesaat," tegas Rifai.
Rifai menambahkan, Lasbandra adalah pilar moral bangsa dan akan tetap mengawasi siapa saja tak terkecuali semua kader calon yang bakal maju pada perhelatan demokrasi daerah di Kabupaten Sampang.
"Lasbandra sebagai wadah berproses bukan wadah politis yang akan selalu melakukan pengawasan terhadap daerah ini termasuk kepada para bakal calon yang maju pada pilkada nanti. Kami tidak bekerja memenangkan calon, tetapi kami bekerja memenangkan nilai-nilai luhur amanat penderitaan rakyat sebagaimana moto dan prinsip Lasbandra mengabdi pada perubahan dan menjadi corong suara bagi kaum-kaum yang tidak mampu bersuara," tandasnya.
Untuk diketahui, mengingat limit waktu pelaksanaan Pemilukada yang masih jauh dan terbuka lebar, di sinyalir tidak tertutup kemungkinan quota sebaran Bacalon Bupati Sampang yang sudah ada saat ini akan mengalami penambahan ataupun peningkatan hingga delapan bahkan sembilan Bacalon Bupati Sampang. Sebaliknya tidak tertutup kemungkinan akan terjadi pengurangan atau penurunan quota sebaran bacalon hingga menyisahkan tiga atau empat paket real akan bertarung dalam Pemilukada Sampang.(MM)






