SAMPANG, (jawapes.co.id) – Tidak adanya tempat hiburan malam di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur bukan berarti bebas dari wanita...
SAMPANG, (jawapes.co.id) – Tidak adanya tempat hiburan malam di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur bukan berarti bebas dari wanita pekerja seks komersial (PSK), banyak wanita yang menjajakan tubuhnya untuk memuaskan nafsu pria hidung belang yang biasa disebut 'Duk Senduk' di komunitasnya itu seperti kian tidak terbendung lagi.
Seperti apa yang disampaikan Har salah seorang mantan germo keliling di kota Sampang, dia biasa menjajakan dan sekaligus bertugas antar jemput si PSK.
"Prostitusi keliling (duk senduk-red) sudah berjalan cukup lama dan tidak tersentuh oleh penegak hukum maupun Perda di Sampang, bebas beroperasi siang dan malam sesuai permintaan si Bos, diantar kemana dan dijemput dimana, asal harga cocok langsung tancap gas," akunya, Senin (24/04/2017).
Ia menambahkan, perempuan pemuas nafsu birahi tersebut berasal dari berbagi kota, seperti Surabaya, Pamekasan ada juga barang Lokal.
"Kalau dari Surabaya tarifnya lebih mahal. Sementara, untuk Lokal hanya Rp200 untuk sekali main," ungkapnya.
Perlu diketahui, tak kalah mencengangkan tarif untuk laki-laki pemuas nafsu mama muda atau tante-tante yang kesepian bisa mencapai Rp400 untuk sekali main di Sampang, beda lagi harga kalau keluar kota.
Sementara itu, Rifai selaku mantan koordinator tempat hiburan malam di Surabaya menanggapi santai terkait maraknya PSK liar di Sampang.
"Itu masalah biologis, harga segitu murah banget di surabaya bisa 10X lipat dengan harga segitu masih banyak peminat dari Sampang, seperti oknum PNS, Pejabat maupun LSM serta Wartawannya. Jadi, wajar dong manusia bukan hewan," tukas Rifai. (On1)







