Jawapes.co.id Sampang – Komitmen Jurnalis Jawapes dalam menulis berita adanya penyimpangan dan pelanggaran hukum, baik di Lingkup Peme...
Jawapes.co.id Sampang – Komitmen Jurnalis Jawapes dalam menulis berita adanya penyimpangan dan pelanggaran hukum, baik di Lingkup Pemeritahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun Penegak Hukum (Kepolisian) diberbagai Kabupaten Di Jawa Timur Khususnya Kabupaten Sampang Madura, menimbulkan intimidasi maupun ancaman Pembunuhan sebagai upaya pembungkaman. Kamis (03/05/208).
Kabar Ancaman pembunuhan terhadap Rifai Wartawan media Jawapes yang sangat santer dibicarakan sampai ke surabaya telah menjadi viral dimedia sosial (medsos). Semua tidak lepas dari Profesinya sendiri sebagai wartawan Investigasi, yang tak kenal kompromi.
"Ancaman ini terkait berita yang sempat heboh, yaitu adanya arena judi sabung ayam yang diduga dilindungi oknum aparat kepolisian. Dugaan tersebut bukan tidak beralasan dimana sebelumnya mulai dari Polsek Sokobanah, Polres Sampang hingga Polda Jatim sudah kami informasikan namun hingga saat ini tetap berlangsung dan tidak ada tindakan tegas," ungkap Rifai.
Saat dihubungi melalui selulernya, Kapolsek Sokobanah menyangkal hal tersebut.
”Terimakasih Banyak adanya informasi dari Media Jawapes, kami tidak tau adanya arena judi sabung ayam dan akan menindak lanjuti laporan tersebut," ucap kapolsek.
Tapi Anehnya laporan tersebut bocor dan menjadi buah bibir di kalangan Masyarakat Sokobanah khususnya Pecinta Judi Sabung ayam sehingga tanggal 30 April dan 01 Mei 2018 disekitar Mapolsek Sokobanah Arena Judi Sabung Ayam tersebut dibuka lagi secara besar-besaran hingga menjelang Magrib, dan awak Media dari siang hari sampai menjelang magrib berusaha menghubungi Kapolsek Sokobanah melalui telpon selulernya tidak ada tanggapan dan pesan singkat bertanda diterima juga diabaikan.
”Indikasi pembiaraan adanya Judi Sabung Ayam sangat jelas. Seperti disengaja agar emosi, Para Mafia judi didaerah Utara Sampang didatangkan semua untuk menunjukkan taring bahwa aktifitasnya kebal hukum, agar
tidak ada lagi yang berani mengusik. Wartawan yang menulis berita tersebut mau dihabisi.” papar Rifai.
Adanya kabar Ancaman Pembunuhan wartawan media Jawapes mendapat tanggapan dari Berbagai kalangan pimpinan media di surabaya seperti apa yang dipampaikan oleh pimprus media Lingkaran.net
” Ini harus dilaporkan ke Polda Jatim sebelum ada korban jiwa, karena sudah banyak wartawan celaka dimadura dan Proses Hukumnya jalan ditempat.” Ucap Edy.
Tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan Wawan S, selaku pimred Liputan Indonesia.
” Kalau ancaman ini sampai ada korban bisa beda urusannya dan menjadi presend buruk bagi Penegak Hukum dibumi Bahari (Sampang) semua itu hanya ingin ada perubahan yang lebih baik dari segi Penegakan Hukum di kab Sampang. ” tegasnya.
Berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Nur Hasan Wartawan Harian Memo X Madura.
” Wajib dilaporkan itu Kapolsek Sokobanahnya Sudah jelas ada sabung ayam kok masih tinggal diam, Ancaman dan Rencana Pembunuhan Wartawan Rifai ini tidak bisa lepas begitu saja dengan Kapolsek, karena saya Paham betul kultur Masyarakat yang berani menyediakan Arena Judi sabung ayam dimadura tersebut, karena saya asli Putra Kedungdung Sampang,” Jelas Hasan .
Adanya ancaman Pembunuhan Wartawannya Rizal Diansyah Soesanto, ST selaku Pimred Media Jawapes angkat bicara.
”Ini bukan hal baru bagi Jawapes terima ancaman. Terutama Rifai yang selalu komitmen terhadap tugasnya, tapi kami sangat menyesalkan ketidaktegasan aparat kepolisian untuk menindak. Disisi lain kepolisian sedang pencitraan agar dipercaya masyarakat, tapi disisi lainnya ada oknum yang berulah sehingga dalam sekejab hilang sudah kepercayaan masyarakat. Kami akan segera membuat laporan resmi ke Polres Sampang, kalau perlu akan kami tembuskan hingga Mabes Polri," tegas Rizal.(Tim/Red)







