Bangkalan, Jawapes.co.id - Tidak semua lapisan masyarakat Madura menerima atas diberlakukannya E-Tol di Tol Jembatan Suramadu, sebab deng...
Bangkalan, Jawapes.co.id - Tidak semua lapisan masyarakat Madura menerima atas diberlakukannya E-Tol di Tol Jembatan Suramadu, sebab dengan adanya non tunai tersebut sering terjadi antrian panjang setiap hari di Gerbang Tol, sisi Madura dan Surabaya sampai ratusan meter lebih belum lagi pada saat liburan. 14/01/2018.
Hal itu disampaikan, Rahmat warga Sumenep salah satu pengendara roda empat mengatakan sangat menyesal atas kebijakan diberlakukannya non tunai/ E-Tol tersebut, pasalnya sebelum diberlakukannya E-Tol tidak pernah mengalami kemacetan panjang meskipun pada hari liburan.
" Dulu tidak pernah ada kemacetan seperti ini di pintu Gerbang Tol. Kalau ada orang yang terburu-buru bagaimana, misalnya ada keluarga yang sakit atau mobil Ambulance di dalamnya ada orang yang membutuhkan pertolongan segera, kalau ada kemacetan seperti itu bisa jadi nyawanya tidak tertolong, kalau ada seperti itu siapa yang harus bertanggung jawab,"imbuhnya.
Sementara itu, Mujiono Kepala Gerbang Tol Jembatan Suramadu pada saat dikonfirmasi melalui seluler mengatakan, kemacetan itu disebabkan pengemudi roda empat ada yang kehabisan saldo serta tidak memiliki kartu E-Tol. "Kami sudah berusaha maksimal, petugas loket juga sudah membantu menggunakan kartu milik kita,"katanya.
Lanjut Mujiono, kita sudah sering sosialisasi terkait transaksi non tunai untuk kendaraan roda empat atau lebih. " Kita hanya menduku kebijakan dari pemerintah,"imbuhnya.
Tapi anehnya saat tim Investigasi media jawapes di lapangan, pengemudi yang kehabisan saldo di suruh cari pinjaman ke belakang, petugas loket tidak mau memberi pelayanan. Hal seperti itu bisa menjadi kemacetan panjang. Ucapan Kepala Tol Jembatan Suramadu Meujiono saat dikonfirmasi tidak sesuai fakta di lapangan. (Rifai/Nhs)







