Jawapes Banyumas - Bermunculan kepedulian masyarakat dari berbagai kalangan suatu wadah peduli lingkungan, terus tumbuh hingga terbentuk...
Jawapes Banyumas - Bermunculan kepedulian masyarakat dari berbagai kalangan suatu wadah peduli lingkungan, terus tumbuh hingga terbentuk kran untuk pecahkan aksi damai yang akan digelar nantinya.
Dalam pertemuan ( kopi darat ) group face booker di Monumen Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman, Jl. Raya Karang Lewas - Cilongok, Minggu ( 21/1/2018) Pukul 10.00 WIB merupakan salah satu wujud jiwa merangkak untuk peduli Gunung Slamet wilayah selatan ( Kabupaten Banyumas ), dalam kondisi hutan lindung / zona hijau dirusak oleh suatu perusahaan saat ini.
Pertemuan yang dilakukan kurang dari 100 orang ini antusias menanti perkembangan berikutnya untuk aksi damai Save Slamet dengan menggunakan logo GIRI RAHAYU ( Giri adalah Gunung, Rahayu adalah Slamet ).
Dalam hal ini disampaikan Budi Tartanto Kordinator kopdar, bertujuan untuk satukan suara dengan menggunakan, baik komentarnya, mengupload dan posting sesuatu harus sesuai dengan kebenaran yang ada, karena kita harus mengacu pada UU ITE, tandasnya.
Wadah perjuangan dan alat konsulidasi tidaklah sekali hantam. Untuk menjaga keutuhan dan kelancaran konsulidasi tentu bukan menunjukan krisis eksistensi kelembagaan akan tetapi tujuan kita jelas, tutur Sondey kepada jawapes. Kenapa kami mengedepankan berkomunikasi dengan kepolisian, karena kami memposisikan lawan kami bukan Aparat Kepolisian, akan tetapi Perusahaan diatas sana yang sedang mengerjakan aktifitas proses eksplorasi Gheotermal, imbuh Sondey.
lanjut Sondey, merupakan Aliansi Petani Indonesia (API) Jawa tengah, dia mengatakan bahwa Kepolisian adalah bagian dari potensi kekuatan kami. Polisi punya tugas mengamankan gerakan dan mengamankan masyarakatnya, tegas Sondey.
Ketika sumber mata air ini digunakan atau diserap untuk kelangsungan eksplorasi, maka yang akan terjadi sumber mata air tersebut tidak bisa lagi mengaliri dari hulu ke hilir serta berdampak pada sektor kehidupan dan sektor pertanian dalam waktu jangka panjang.
Antisipasi gerakan ini tidak luput dari isu yang kemudian mematahkan gerakan dari adanya politik praktis, kita lepas atribut dari segala bentuk ormas atau lembaga dan GIRI RAHAYU adalah simbol dari pergerakan ini, ungkap Yoyon pada Jawapes. (Cpt)








