Sampang, Jawapes.co.id - Lampu penerangan jalan di berbagai desa masih jauh dari layak khusus nya di Kabupaten Sampang Madura, mungkin kera...
Sampang, Jawapes.co.id - Lampu penerangan jalan di berbagai desa masih jauh dari layak khusus nya di Kabupaten Sampang Madura, mungkin kerana tidak pahamnya masyarakat di Desa terkait hak nya untuk mendapatkan Penerangan Jalan Umum, atau memang sengaja tidak di Jelaskan kepada masyarakat supaya bisa dengan mudah masyarakat di bodohin....???
Semisal Harus ijin, inilah, itulah, supaya bisa lancar memasang Penerangan Jalan Umum tapi ujung ujungnya duit, kalau tidak begitu, mungkin akan di datangi Oknum PLN yang punya Wilayah tersebut, padahal sudah jelas - jelas penerangan Jalan umum itu harus bisa di nikmati masyarakat luas.
Seperti apa yang di sampaikan
Rifai Korwil Jawapes, pajak penerangan jalan umum yang diberlakukan PT PLN pada tarif pulsa listrik tidak dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat yang ada di kampung atau pedesaan. Tapi, mereka tetap terkena pungutan.
Dia menilai hal ini tidak adil. Karena penerangan umum paling banyak disediakan PLN di wilayah perkotaan. Sementara jalan bagi warga desa kebanyakan tetap gelap gulita.
"Sebenarnya tidak begitu adil. Orang di kampung-kampung itu kan enggak menikmati penerangan jalan umum, tapi dia harus bayar. Kecuali masyarakat perkotaan yang memang penerangan jalan umumnya sudah dibangun baik. Di desa-desa enggak ada itu mereka menikmati penerangan jalan umum, gelap gulita tapi harus terbebani oleh penerangan jalan umum,"
Sambung" Rifai, mempertanyakan hitungan PLN terkait dengan pajak penerangan yang diberlakukan perseroan pada token atau pulsa listrik. Karena selama ini tidak ada hitungan yang transparan.
"Kita hitung Gampangannya saja, kalau ada Rp100 Milyard yang terpakai setiap tahun, kalau 1% saja pajak penerangan jalan. Artinya, ada sekitar Rp 1 Milyard yang terkumpul pajak penerangan jalan dari situ. Sekarang tinggal ditanya saja PLN, PLN satu tahun itu menjual listrik ke masyarakat dapat berapa?" Tegasna
"Makanya saya bilang kalau ambil flat seluruh Sampang 1% saja, itu sudah cukup besar dan luar biasa lho," (Dawam)






