Sampang, Jawapes.co.id - Segala Program Pemerintah, baik itu pembangunan infrastruktur di bidang irigasi, sejatinya dilakukan untuk ...
Sampang, Jawapes.co.id - Segala Program Pemerintah, baik itu pembangunan infrastruktur di bidang irigasi, sejatinya dilakukan untuk mensejahterakan masyarakat guna peningkatan taraf hidup yang lebih baik. Namun apalah jadinya jika program tersebut tidak tepat sasaran dan dikerjakan asal-asalan tanpa memikirkan fungsi dan manfaat yang bisa diambil dari pembangunan tersebut.
Seperti apa yang terjadi pada Paket Pekerjaan Pengeboran Air Tanah dan Pembangunan Tandon di Dusun Glisgis, Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Propinsi Jawa Timur. Besar anggaran Rp. 280.000.000,- yang berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun 2015.
Berdasar pantauan awak media Jawapes dilapangan, Diduga banyak penyimpangan dan ketidak beresan pada Program pekerjaan proyek tersebut. Beberapa Item ketidak beresan itu antara lain : Mesin pompa sumur bor tidak ada, Pipanisasi tidak jelas, Air tandon dalam posisi kosong tanpa air setetespun serta peruntukan dan asas manfaat yang tidak jelas.
"Menurut penuturan dari beberapa warga sekitar, Agus (34 Thn) , warga Dusun Glisgis, Desa Gunung maddah Kec. Sampang Kab. Sampang menyatakan, selama tandon itu berdiri masyarakat sekitar tidak pernah merasakan adanya aliran air dari tandon tersebut. Karena air dari sumur bor tidak bisa naik untuk mengisi tandon.
" bagaimana bisa dinikmati pak, sementara tandon itu tidak berisi air. Airnya gak bisa naik pak " ungkapnya.
" bagaimana bisa dinikmati pak, sementara tandon itu tidak berisi air. Airnya gak bisa naik pak " ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Habiyeh (55 Thn). Dia menyayangkan pembangunan tandon tersebut karena tidak merasakan manfaatnya. Karena di area sekitar tandon ini sudah banyak terbangun sumur-sumur yang siap mengairi sawah dan memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.
" Disini sudah banyak terbangun sumur pak, bahkan per 10 rumah, itu ada sumur, Jadi buat apa dibangun tandon itu...?
Dari sumur yang ada saja, kita sudah cukup air " ungkapnya.
" Disini sudah banyak terbangun sumur pak, bahkan per 10 rumah, itu ada sumur, Jadi buat apa dibangun tandon itu...?
Dari sumur yang ada saja, kita sudah cukup air " ungkapnya.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas PU Pengairan Kab. Sampang melalui Kepala Bidang Bina Manfaat, Ir. Moh, Zainullah berdalih, pekerjaan tersebut sudah sesuai dengan prosedur dan sudah memenuhi syarat-syarat. Didepan awak media dirinya menghubungi pihak rekanan yang katanya salah satu anggota Dewan di kab. Sampang dengan inisial "Guntur" dan meminta agar rekanan tersebut segera membenahi pekerjaan yang amburadul itu.
" Dulu mesin pompanya itu ada mas, bahkan ada pipa 8 dim di dekat sumber air itu. Barusan saya telpon, pihak kontraktornya akan segera membenahi pekerjaan itu. Minggu ini akan diperbaiki. Dan mesin pompa sumur bor yang katanya hilang akan segera dibelikan " Kilahnya.
" Dulu mesin pompanya itu ada mas, bahkan ada pipa 8 dim di dekat sumber air itu. Barusan saya telpon, pihak kontraktornya akan segera membenahi pekerjaan itu. Minggu ini akan diperbaiki. Dan mesin pompa sumur bor yang katanya hilang akan segera dibelikan " Kilahnya.
Sementara itu, Rifai selaku Sekjen DPP LSM Lasbandra menyesalkan program proyek tersebut yang terkesan dipaksakan, tanpa memikirkan manfaat kedepan nya.
"Selama ini tandon tidak berfungsi dan tidak bermanfaat. Hal ini tidak akan terjadi. Asalkan pihak panitia lelang benar-benar menyaring dan memilih kontraktor yang kompeten dan bertanggung jawab. Jangan karena unsur kedekatan dan punya jabatan strategis (berduit) lalu di atur dan dia dimenangkan " jelasnya.
"Dia berharap, segera lakukan pembenahan dan perbaikan. Adakan kajian ulang terkait program yang tidak memberi asas manfaat dan peruntukan serta libas kontraktor Berdasi yang nakal yang tidak kompeten, Agar tidak menimbulkan Kebocoran Terhadap APBD, dan memberikan Bukti nyata Birokrasi yang sehat, Jangan hanya Wacana Saja yang di Kumandangkan." pungkasnya.(Mad)






