Jawapes.co.id Sampang - Pembangunan Program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) BPWS Provinsi yang dikerjakan oleh PT. Karya Mulya Ma...
Jawapes.co.id Sampang - Pembangunan Program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) BPWS Provinsi yang dikerjakan oleh PT. Karya Mulya Madura dengan nilai kontrak Rp. 2.791.746.000 Tahun Anggaran (TA) 2016 di Cabang PDAM Kecamatan Sreseh diduga kuat banyak menyisakan masalah dengan masyarakat yang terlibat dalam proyek tersebut berupa uang ganti rugi atas kerusakan serta uang sewa atas kontrak rumah warga saat pelaksanaan proyek tersebut.
Subeidi salah seorang pemilik rumah memaparkan saat mulai pengerjaan pada awal proses pekerjaan proyek tersebut, rumahnya dijanjikan untuk dikontrak sebagai tempat tinggal sementara bagi para pekerja proyek tersebut selama 3 bulan dengan sewa kontrak rumah 1 juta perbulan, namun sampai saat ini dirinya belum menerima uang sewa yang dimaksud.
"Pada saat itu tepatnya bulan oktober 2017 rumah kami dijanjikan akan dikontrak untuk tempat tinggal sementara para pekerja proyek SPAM, dengan rincian 1 juta perbulannya. Namun hingga sampai saat ini kami hanya menerima janji belaka dari pihak yang tak bertanggung jawab. Katanya proyek milyaran, tapi uang 3 juta saja tidak mampu bayar", ungkap Subeidi, Selasa (13/03).
Ia menambahkan, selain uang sewa yang belum diselesaikan. dirinya juga menyesali pihak PT. Karya Mulya Madura juga masih mempunyai tunggakan pembayaran Makan-minum (Mamin) para pekerja perusahaan tersebut.
"Kekecewaan kami bukan hanya pembayaran sewa rumah kami yang belum terbayarkan oleh pihak PT. Karya Mulya Madura. Namun, uang mamin para pekerja selama bekerja membangun proyek SPAM ini juga ada sisa tunggakan sebesar Rp. 750.000", kesal Subeidi.
Disisi lain berdasarkan pantauan Tim Investigasi Jawapes, banyak masyarakat yang kecewa adanya proyek pembangunan SPAM BPWS di Kecamatan Sreseh yang merusak jalan akibat bekas galian pemasangan pipa yang menggelembung, sehingga tak sedikit jumlah pengendara motor jatuh akibatnya.
"Usai pembangunan SPAM BPWS mengakibatkan akses jalan desa kami menjadi rusak sehingga banyak masyarakat yang menjadi korban terjatuh," ujar seorang warga masyarakat yang enggan disebut namanya.(Rifai)







