Jawapes.co.id PAMEKASAN - Adanya sorotan dari media Jawapes terkait maraknya calo dan indikasi pungutan liar (Pungli) di kantor Imigra...
Jawapes.co.id PAMEKASAN - Adanya sorotan dari media Jawapes terkait maraknya calo dan indikasi pungutan liar (Pungli) di kantor Imigrasi Pamekasan Madura yang mencapai tujuh juta rupiah perpaspor kian melebar kemana mana.
Hal ini membuat Usman SH. selaku Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Pamekasan Madura Jawa Timur, merasa kaget dengan adanya pemberitaan tersebut.
"Saya kaget membaca berita ini, padahal saya sudah membantu semua media jika mau membuat paspor," Bebernya.
Dengan nada tinggi dan tidak segan mencatut nama oknum dan Perusahaan media yang dia anggap sering membawa orang untuk bikin paspor.
"Kalau kayak gini tidak ada gunanya saya bantu para media buat paspor disini, media dan wartawan (i) itu juga sering saya bantu," Kilahnya.
Menyangkut nama (i) yang juga Seprofesi dari Media (A) namanya dicatut oleh Kakanim Pamekasan dianggap sering bikin paspor, saat dikonfirmasi melalui selulernya membantah. "Tidak benar apa yang disampaikan Kakanim itu, Kapan saya Jadi Calo, saya kesana pakai online mas, dan saya hanya mendampingi takut dipersulit," bantahnya.
Sementara itu Sekjend DPP Jaringan Warga Peduli Sosial (Jawapes) Indonesia, Rizal Diansyah Soesanto, ST menambahkan, berdasarkan laporan dari Tim Investigasinya dilapangan memang perlu adanya penataan regulasi yang berkualitas di Pamekasan demi membenahi lembaga atau aparat penegak hukum yang tergabung di Satgas Saber Pungli agar profesional dalam menindak tegas adanya Pungli diimigrasi.
perlu upaya peningkatan efektivitas pemberantasan pungli dan mewujudkan program Nawacita sebagai agenda prioritas pembangunan.
"Adanya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli, jelas membuktikan pemberantasan pungli telah menjadi agenda utama pemerintah. Ada apa dikantor Imigrasi Pamekasan kok terkesan bebas lakukan Pungli," heran Rizal. Hal ini menghilangkan kepercayaan publik kepada Satgas Saber Pungli di Pamekasan, imbuh Rizal. (Rifai)







