Jawapes.Com, Pasuruan, dalam kanca internasional, Pertunjukan wayang kulit telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003, sebagai k...

Jawapes.Com, Pasuruan, dalam kanca internasional, Pertunjukan wayang kulit telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003, sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan berharga ( Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity ).Wayang kulit lebih populer di Jawa bagian tengah dan timur, sedangkan wayang golek lebih sering dimainkan di Jawa Barat.
Pada kesempatan pagi ini, selasa 04:04 wib 18/06/2019 ki dalang Erwin asal prigen pasuruan menuturkan kepada tim liputan jawapes yang telah menikmati atraksinya semalam suntuk di desa budaya dayurejo prigen, berikut penuturannya' Kebudayaan merupakan salah satu warisan bangsa yang setiap Negara milikinya. Kebudayaan telah timbul dari awal peradaban manusia atau awal mula peradaban suatu tempat, jadi kebudayaan menjadi turun-temurun dan menjadi bagian dari sejarah dalam sebuah bangsa.
Kebudayaan memang harus terus kita jaga dan kita lestarikan keberadaannya, kita pun harus terus memperkenalkannya kepada bangsa asing dan yang terlebih kepada bangsa kita sendiri, agar kita mengetahui kebudayaan asli bangsa kita. Menjaga keberlangsungan kebudayaan menjadi tanggung jawab kita bersama.
Salah satunya seni juga kebudayaan yang melegenda adalah wayang kulit. Wayang kulit memang tidak dianggap sebagai seni dan kebudayaan saja, namun lebih dari itu, wayang kulit sudah menjadi pedoman hidup dan pembelajaran hidup masyarakat Jawa khususnya.

Wayangkulit adalah seni tradisional Indonesia yang terutama berkembang di Jawa. Wayang berasal dari kata 'MaHyang' yang artinya menuju kepada roh spiritual,dewa, atauTuhanYang Maha Esa. Ada juga yang mengartikan wayang adalah istilah bahasa Jawa yang bermakna 'bayangan'. Wayang kulit dimainkan oleh dalang yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang,
Suatu pertunjukan wayang tidak hanya menyuguhkan permainan wayang dari seorang dalang, tapi juga dengan diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh parapesinden, kini dunia pedalangan Pewayangan banyak di dominasi oleh pesinden pesinden muda dengan pembekalan ilmu sinden yang memenuhi syarat terang Dalang Erwin. (Hamim)






