Sampang - Jawapes.co.id - Jangan heran dan kaget ketika banyak ditemukan gedung sekolah yang mengalami kerusakan dan tidak bertahan l...
Sampang - Jawapes.co.id -
Jangan heran dan kaget ketika banyak ditemukan gedung sekolah yang mengalami kerusakan dan tidak bertahan lama. Hal itu disebabkan karena metode pekerjaan yang salah dan melenceng dari ketentuan yang tertuang dalam Rencana Anggaran Biaya.
Seperti apa yang diungkapkan oleh Rifai selaku Sekjen LSM Lasbandra dan Korwil media Jawapes Group di kantornya. Dia mengatakan, adanya temuan dilapangan terkait beberapa penyimpangan yang dilakukan oleh pihak rekanan pada pekerjaan pembangunan LAB SMAN 1 Omben kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa timur Tahun Anggaran 2016.
"Bagaimana bangunan itu bisa bertahan lama, sementara material yang digunakan dan metode pekerjaannya amat menyimpang dari RAB. Terutama di spesi campuran dan pembesian tulang beton. Pada kegiatan tersebut jelas dan tertangkap kamera kesalahan yang dilakukan pihak rekanan" ungkapnya sembari memperlihatkan video rekaman.
Masih menurut Rifai, dirinya merasa heran, mengapa pekerjaan yang asal-asalan ini bisa diloloskan dan ditanda-tangani ketika ada yang salah.
"Aneh mas, kenapa proyek itu bisa diloloskan dan dicairkan. Padahal sudah tampak direkaman itu beberapa sisi kesalahannya. Kalau ini dibiarkan, berapa murid yang akan menjadi korban ketika bangunan tersebut sudah tidak kuat berdiri ? Semua hanya terkesan formalitas belaka. Asal ada dan di bangun, Uang negara terkesan dihambur-hamburkan tanpa ada tanggung jawab dari pihak rekanan dan SKPD pengelola kegiatan tersebut" ujarnya dengan kesal.
Sementara itu, Rojiun selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada kegiatan tersebut, ketika dikonfirmasi hanya bisa bersikap pasrah tanpa ada usaha untuk memberi punishment baik lisan maupun tertulis pada pihak rekanan. (27/2/2017).
"ya gitu itu mas, pekerjaannya" ucapnya sambil terdiam pasrah."(Salam)







