SAMPANG, jawapes.co.id - Beberapa hari ini, Kabupaten Sampang disibukkan oleh kondisi darurat banjir. Pada hari Kamis (09/02) Kota S...
SAMPANG, jawapes.co.id- Beberapa hari ini, Kabupaten Sampang disibukkan oleh kondisi darurat banjir. Pada hari Kamis (09/02) Kota Sampang benar-benar dibuat lumpuh oleh kepungan banjir dan hingga kini pun air masih menggenagi di beberapa titik.
Rifai Lasbandra, Korwil Jawapes Group mengatakan, bahwa sebenarnya ekspektasi besar ditumpukan pada Bupati Sampang, KH Fannan Hasib untuk bisa mengatasi problem kronis Sampang (jalan rusak dan banjir). Namun, hingga akhir masa kepemimpinannya problem tersebut belum pernah teratasi dan bahkan tidak ada solusi sedikitpun.
"Tragedi ini adalah sebuah bencana dan musibah. Suatu musibah yang menimpa tentu harus ada proses evaluasi mengapa musibah itu terjadi dan bagaimana supaya musibah itu tidak terulang lagi. Bila kita berhenti dari evaluasi diri maka kita telah menjadi manusia yang nyata berjalan menuju kehancuran," tuturnya saat berbincang dengan jawapes.co.id.
Dijelaskannya, Jika memang benar, banjir ini adalah kesalahan hujan yang terus menerus. Bukankah hujan memang proses alam yang akan senantiasa terjadi? Dimana, air akan terus mengalami siklus air yang akhirnya menyebabkan air menguap, berkondensasi lalu jatuh ke bumi dan diserap oleh pohon. Sehingga, pernyataan banjir disebabkan cuaca ekstrim ini kurang tepat.
"Sekilas, mungkin banyak dari kita yang menyimpulkan bahwa banjir yang terjadi hari ini di Sampang adalah karena hujan yang tak henti-hentinya. Namun, apakah benar begitu? Banjir ini, siapa yang salah?," bebernya.
Menurutnya, Selain masalah teknis untuk menyelesaikan banjir kuncinya adalah membangun keimanan dan ketaqwaan umat dan yang terpenting adalah keimanan para penguasa yang rakus dan lebih mementingkan kepentingan individu serta pengusahanya ketimbang urusan rakyat.
"Bencana banjir ini terjadi karena kesombongan dan kerakusan para penguasa yang tidak perduli tangisan rakyatnya. Sejatinya, para penguasa seperti itu dilahirkan oleh sistem yang ada saat ini," tandasnya.(on1)







