Surabaya Jawapes. Co. Id – Ramainya pemberitaan awak media terkait penangkapan 13 WNA oleh pihak Polda Jatim yang berujung penyuapan te...
Surabaya Jawapes. Co. Id – Ramainya pemberitaan awak media terkait penangkapan 13 WNA oleh pihak Polda Jatim yang berujung penyuapan terhadap oknum wartawan. Ketua komunitas Jurnalis Jawa Timur Uzair Zam Zami tanggapi adanya pemberitaan yang santer di perbincangkan awak media di berbagai penjuru kota.
“Informasi di kalangan wartawan dilapangan dapat mengungkap siapa pelaku dalang penerima suap, tentunya membutuhkan waktu dan proses yang panjang untuk menemukan nara sumber,” ujarnya (11/11).
Zam zami menjelaskan, viral nya berita penangkapan 13 WNA hingga berujung penyuapan terhadap oknum wartawan memang sangat mencederai profesi kita sebagai jurnalis. Tapi disisi lain kita sebagai kontrol sosial tetap jalan, demi kepentingan publik agar mereka mengetahui kinerja institusi atau pejabat selama ini yang di gaji Negara.
“Mereka itukan digaji negara, dan gaji tersebut dari rakyat. Karena rakyat bayar pajak. Apakah salah kita sebagai sebagai awak media mengontrol kinerja pejabat kita!! ,” cetusnya.
Pernyata’an Kabid Humas Polda Jatim paska pemberitaan 13 WNA yang ditangkap pihak Polda Jatim, pelarangan awak media yang belum terdaftar di Dewan Pers melakukan peliputan dalam kegiatan Polda Jatim.
“Ini kan aneh, jangan sembarangan mengeluarkan pernyataan seperti itu. Dan jangan merasa terpojok terkait pemberitaan 13 WNA , hingga kesan nya pihak kepolisian mencari kesalahan dari media itu sendiri, apalagi mengurusi legalitas perusahaan Pers nya.” Terang wartawan senior Uzair Zam Zami (11/11).
Masih kata Uzair, santer juga di perbincangkan rekan-rekan jurnalis, banyak banyak rekan kita yang dikeluarkan dari group Polda. Ada apa ? Kok rekan kita dikebiri begitu !! Ungkap terus dan jangan pernah takut kepeda rekan-rekan kita seprofesi sebagai Jurnalis untuk mengungkap fakta kebenaran apa yang terjadi dalam penangkapan 13 WNA itu, katanya.
“Jurnalis juga merupakan masyarakat warga negara indonesia juga, masyarakat juga butuh informasi.” Imbuhnya.
Bila perlu korek siapa sejatinya brigadir R, segera desak pihak Propam Polda bila perlu Kapolda Jatim ikut turun periksa rekening brigadir R sebelum di blokir. Karena itu merupakan petunjuk untuk mengungkap kasus ini.
“Sekelas anggota Polisi berpangkat brigadir memiliki rekening yang dibuat untuk menggelontorkan uang untuk menyuap oknum wartawan,” tutup Uzair. (Can)







