Jawapes.co.id Tulungagung - Reformasi birokrasi dan mental pegawai menjadi kunci pelayanan kesehatan yang profesional dan berpihak pa...
Jawapes.co.id Tulungagung - Reformasi birokrasi dan mental pegawai menjadi kunci pelayanan kesehatan yang profesional dan berpihak pada rakyat. Hal
itu disampaikan Dr. Supriyanto, Sp.B FINACS saat memaparkan konsep
pemerataan kualitas layanan kesehatan di Forum Pelayanan Publik Internasional 2018 di Jakarta, Rabu (14/11/2018).
Dr. Supriyanto mengatakan pelayanan kesehatan di Indonesia pada
prinsipnya merupakan tanggung jawab negara sesuai pasal 28H ayat 1 UUD 1945. Artinya, masyarakat tidak boleh lagi dibebani kemampuan menjangkau layanan kesehatan yang menjadi kebutuhan pokok manusia.
Sayangnya, upaya itu masih terganjal ketidaksinkronan pembuat kebijakan,
penyelenggara pelayanan kesehatan, serta kelompok profesional kesehatan.
Akibatnya, sebagian penyelenggara kesehatan memilih pasif dan tak melakukan apa-apa dengan dalih regulasi. “Ini yang tidak kami lakukan di
Tulungagung,” kata Dr. Supriyanto saat menjadi pembicara di Jakarta
Convention Centre.
Meski berstatus rumah sakit pemerintah, Dr. Supriyanto menggenjot
kapasitas personilnya untuk melahirkan inovasi sebagai jalan tengah. Melalui
manajemen ketat dan profesional, RSUD Dr. Iskak mampu menjamin akses pelayanan medis, baik jarak maupun pembiayaan. Hebatnya, rumah sakit plat merah ini juga tak lagi mengandalkan pembiayaan operasional dari
pemerintah pusat dan daerah.
“Kami sudah bisa membiayai kebutuhan
sendiri, termasuk biaya pengobatan pasien miskin yang tidak disubsidi oleh
pemerintah,” terang Dr. Supriyanto.
Pencapaian inilah yang menjadi alasan Kementerian Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengundang Dr. Supriyanto menjadi pembicara di forum internasional tersebut. Forum tersebut diharapkan
menjadi pembanding dan bahan pembelajaran instansi lain dalam
mempercepat reformasi birokrasi.
Tidak hanya menjadi pemateri, inovasi penanganan penyakit jantung yang diluncurkan RSUD Dr. Iskak Tulungagung turut menuai penghargaan di forum bergengsi tersebut. Program Layanan Syndroma Koronaria Akut Tertintegrasi (Laskar) dinilai efektif dan strategis mengurangi dampak dari penyakit jantung koroner yang bisa merenggut nyawa penderitanya. Penghargaan ini diserahkan langsung
Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Plt Bupati Tulungagung Maryoto Birowo.(drl/styo)







