Jawapes.co.id Lumajang -Sarasehan Forum Keserasian Sosial yang diselenggarakan di Desa Nguter dibuka oleh Plt Dinas Sosial Kabupaten Lu...
Jawapes.co.id Lumajang -Sarasehan Forum Keserasian Sosial yang diselenggarakan di Desa Nguter dibuka oleh Plt Dinas Sosial Kabupaten Lumajang, beserta Forum Keserasian Sosial desa Nguter, Kecamatan Pasirian di hadiri oleh perwakilan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Sabtu (10/11/2018).
Dengan terselesainya pembangunan plengsengan dan jembatan ini, berharap konflik sosial yang pernah terjadi di desa Nguter dapat terpecahkan, kata Ninis selaku Plt Kadinsos Kabupaten Lumajang.
Senada yang disampaikan Kepala Desa Nguter Suliman, tujuan diadakannya kegiatan ini agar masyarakat Desa Nguter mengetahui dengan adanya pembangunan bisa sedikit membantu beban masyarakat terutama di bidang irigasi persawahan.
"Dan menghimbau kepada masyarakat Desa Nguter, agar dapat menjaga dan merawat sehingga bisa bertahan lama," pesannya.
Pada saat awak media Jawapes mewawancarai Rudik M Kolik selaku pengurus Pemuda Pelopor Perdamaian Kabupaten Lumajang menyampaikan untuk kegiatan bantuan ini semua tenaga kerja berasal dari masyarakat Desa Nguter sendiri dengan model kerja secara bergotong royong untuk pengoptimalan kearifan lokal desa.
"Dasar kegiatan ini, karena Desa Nguter dulu pernah terjadi konflik terkait jalan tembus dan irigasi persawahan," terangnya.
Sarasehan ini dihadiri sekitar 90 orang, antaranya Dinas Kominfo, Camat Pasirian, Koramil, Polsek, Tagana Lumajang.
Sebagai tamu kehormatan yang ikut diundang yaitu Heru Yulianto perwakilan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, memberikan apresiasi lebih pada Forum Keserasian Sosial Desa Nguter serta kepala desa dan tidak ketinggalan semua warga, sehingga pelaksanaan dari awal sampai berakhirnya dapat terselesaikan dengan baik, cepat dan dapat dipertanggung jawabkan.
"Potensi kearifan lokal yang ada Di Desa Nguter dapat dioptimalkan seperti Tari Glipang, Tari Ujung. Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, akan siap membantu di bidang pembinaannya," ujarnya.
Dan berharap dengan adanya Prasasti, akan dapat di ingat bahwa kegiatan dapat diselesaikan oleh warga dengan model bergotong royong dan yang terpenting manfaat dapat membantu kepentingan masyarakat.(Eko)







