Sampang, Jawapes.co.id - Lagi-lagi Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang dihadapkan dengan dugaan kasus pemotongan Bantuan Siswa Misk...
Sampang, Jawapes.co.id -
Lagi-lagi Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang dihadapkan dengan dugaan kasus pemotongan Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang dilakukan oleh salah satu oknum Kepala Sekolah di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kecamatan Tambelangan.
Informasi yang berhasil dihimpun awak Media Sebanyak 127 siswa yang mendapatkan bantuan di salah satu sekolah dasar tersebut sebesar Rp 450 per siswa, tapi oleh kepala sekolah di sunat sebesar Rp 50 sehingga setiap siswa menerima bantuan sebesar Rp 400.
Mendengar hal itu Disdik Kabupaten Sampang langsung memanggil oknom kepala sekolah tersebut, namun Ia menyangkal melakukan pemotongan tapi pemberian sebagai ucapan terimakasih, karena pihak sekolah tidak boleh menerima sedikitpun bantuan untuk siswa miskin maka dinas pendidikan meminta agar segera mengembalikan uang itu.
Dinas pendidikan Sampang melalui Kasi Pembiayaan, Badrut Tammam mengatakan, Bahwa sudah memanggil oknum kepala sekolah itu dengan di buatkan surat pernyataan agar mengembalikan uang itu, dan pihak sekolah berjanji untuk mengembalikannya usai lebaran.
"Sudah kami panggil dari pihak sekolah dan sudah saya buatkan surat pernyataan dan dia berjanji akan mengembalikannya usai lebaran karena sekarang masih masa liburan bulan Ramadhon, nanti akan kami kawal agar kepala sekolah benar-benar mengembalikannya," terangnya,
Terkait pemotongan Bsm tersebut Rifai Selaku Koorwil Lsm Jawa pes, (Jaringan warga peduli sosial), Angakat Bicara: Disdik Sampang harus Berani memberikan tindakan tegas terhadap Kepala sekolah yang Nakal, dan juga yang sudah tidak Becus dalam melaksanakan tugas.
"Jangan hanya menegur dan menegur saja, cara cara demikian sudah dari dulu di pakai disdik Sampang, dan sulit memberika Efek jera bagi oknum kepsek / Guru tersebut.
Pantas saja masyarakat curiga dengan kinerja dan ketegasan Disdik sampang selama ini dalam memberikan tindakan tegas terhadap oknum kepala sekolah/Guru yang nakal, apa jangan jangan ikut andil (menerima uang), dari pemotongan BSM maupun penggelembungan dana BOS juga proyek proyek di sekolahan yang bermasalah tersebut. Jelas Rifai.
(0n1/Dus)






