Bangkalan, Jawapes.co.id - Halte seyogianya menjadi tempat calon penumpang menunggu angkutan umum. Namun, enam halte yang dibangun Di...
Bangkalan, Jawapes.co.id -
Halte seyogianya menjadi tempat calon penumpang menunggu angkutan umum. Namun, enam halte yang dibangun Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Bangkalan 2015 tidak berfungsi dengan sebagaimana mestinya. Karena itu, LSM Lasbandra menilai keberadaan bangunan senilai Rp 1,4 miliar itu tidak efektif.
Halte seyogianya menjadi tempat calon penumpang menunggu angkutan umum. Namun, enam halte yang dibangun Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Bangkalan 2015 tidak berfungsi dengan sebagaimana mestinya. Karena itu, LSM Lasbandra menilai keberadaan bangunan senilai Rp 1,4 miliar itu tidak efektif.
Sekjen LSM Lasbandra Rifai mengatakan, keberadaan halte di enam titik itu tidak tepat guna. Saat ini masyarakat tidak memanfaatka halte itu karena letak halte kurang strategis.
”Banyak penumpang memilih menunggu angkutan umum di sembarang tempat. Jadi keberadaan halte mubazir,” terangnya Senin (26/9).
Halte tersebut hanya menjadi tempat nongkrong, buat tidur dan foto-foto saat malam hari. Selain itu, kendaraan umum tidak pernah menunggu penumpang di halte. Para sopir kendaraan umum lebih memilih tempat yang strategis.
Rifai mengungkapkan, Bangkalan bukan kota metropolitan. Dengan demikian, keberadaan halte kurang efektif. ”Kalau kota metropolitan seperti Surabaya, dibangun halte sangat efektif,” jelasnya.
Dia menuding, proyek pembangunan halte hanya menghamburkan anggaran. Sebab, tidak memiliki fungsi yang jelas. Dishubkominfo seharusnya mengkaji dan menganalisis persoalan itu sebelum membangun. Tujuannya, agar pembangunan yang dilakukan pemkab tidak mubazir.
Kesalahan pembangunan sarana seperti ini menunjukkan tidak becusnya dinas terkait (dishubkominfo, Red),” pungkasnya.( GAR)






