Sampang, Jawapes.co.id -Ramainya pemberitaan di media massa Cetak maupun Onlein belakangan ini, terkait Ormas/LSM yang dianggap ...
Sampang, Jawapes.co.id -Ramainya pemberitaan di media massa Cetak maupun Onlein belakangan ini, terkait Ormas/LSM yang dianggap " militan dan liar " oleh berbagai Pejabat di Kabupaten Sampang Madura Jawa timur, membuat Bakesbangpol Sampang menggagas seminar dengan mengangkat Tema penguatan kapasitas kelembagaan Ormas/LSM dalam mewujudkan azas, ciri, dan sifat yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Rabu (7/9/2016) bertempat
di Aula Hotel Bahagia Sampang, dan dibuka secara langsung oleh Plh Bupati Sampang, Fadhilah Budiono.
di Aula Hotel Bahagia Sampang, dan dibuka secara langsung oleh Plh Bupati Sampang, Fadhilah Budiono.
Dalam sambutannya, Fadhilah mengatakan, keberadaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Sampang sangat penting. Sebab, keberadaan lembaga LSM sebagai kontrol sosial guna kebaikan pelaksanaan pembangunan secara transparan. Tujuannya, untuk membantu pemerintah dalam pengawasan pelaksanaan pembangunan agar lebih baik untuk kepentingan masyarakat luas.
Fadhilah mengingatkan, lembaga LSM harus profesional, jangan sampai merusak citra lembaganya dengan kegiatan yang tidak terpuji dengan menakut-nakuti orang lain hanya untuk kepentingan golongan, kelompok dan pribadi.
“Keberadaan lembaga LSM harus sesuai dengan namanya yaitu lembaga swadaya masyarakat, jadi keberadaan untuk membantu kepentingan masyarakat dan membantu pemerintah dalam pengawasan pelaksanaan pembangunan agar lebih baik dan transparan,” jelas Fadhilah.
Terakhir Fadhilah menghimbau, agar keberadaan lembaga LSM benar-benar bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat. Artinya, lembaga LSM tidak hanya mengawasi tapi juga memberikan masukan atas permasalahan yang ada.
“Jangan menakut-nakuti dengan data yang tidak jelas. Dan, walaupun dengan data jelas tapi untuk kepentingan kelompok, golongan dan pribadi. Sehingga dapat mencoreng keberadaan lembaga LSM tersebut ,” tandasnya.
Terakhir Fadhilah menghimbau, agar keberadaan lembaga LSM benar-benar bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat. Artinya, lembaga LSM tidak hanya mengawasi tapi juga memberikan masukan atas permasalahan yang ada.
“Jangan menakut-nakuti dengan data yang tidak jelas. Dan, walaupun dengan data jelas tapi untuk kepentingan kelompok, golongan dan pribadi. Sehingga dapat mencoreng keberadaan lembaga LSM tersebut ,” tandasnya.
Rifai, Selaku Korwil Madura Jawapes Group , dan juga Pencetus LSM Lasbandra, turut angkat bicara. Saat di temui awak media di kantornya di Jalan Semeru No. 18 Kelurahan Rongtengah Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang Madura, terkait tanggapan miring terhadap LSM yang Berani bersuara, melakukan sorotan tajam terhadap Dinas/SKPD di kab. Sampang yang di anggap Tidak Profesional dan Liar yang hanya mengedepankan kepentingan pribadi dan Kelompok semata.
"Yang dinamakan Ormas/LSM liar dan tidak Profesional tersebut seperti apa...?
Harus di jelaskan secara gamblang dan jelas biar tidak menimbulkan fitnah yang sangat menyesatkan.
Di AD/ART nya. Masing-masing Lembaga sudah jelas kemana dan di mana poksi nya, apalagi yang sudah berbadan hukum" tuturnya.
Harus di jelaskan secara gamblang dan jelas biar tidak menimbulkan fitnah yang sangat menyesatkan.
Di AD/ART nya. Masing-masing Lembaga sudah jelas kemana dan di mana poksi nya, apalagi yang sudah berbadan hukum" tuturnya.
Pria Yang sudah lama malang melintang di Kelembagaan, dan juga pernah merasakan pengapnya hotel Prodeo korban politik sesat tersebut, merasa risih dengan tanggapan pejabat maupun LSM di Kab, sampang yang sudah merasa bersih dan suci menurut dirinya sendiri. Dirinya menilai acara dan kegiatan tersebut terkesan hanya menghambur-hamburkan uang negara. Dan beberapa Pemateri tidak siap dalam penyampaian materinya.
"Seharusnya acara seminar tersebut lebih di arahkan ke Ormas/LSM yang meminta jatah. Baik dari Program, proyek, maupun uang fee.
Karena merekalah yang sesungguhnya MUSANG berbulu Domba. Yang sudah melenceng dari UUD 1945. Jadi bukan Ormas/LSM yang berani menyorot dan tegak lurus dalam menjalan tupoksinya.
Semua itu adalah Tugas BAKESBANGPOL Sampang, untuk melakukan langkah tegas sesuai tupoksinya. Jangan hanya diam termangu saja, tanpa ada tindakan tegas dan nyata. Apa kabar burung di luar itu benar, terkait sulitnya menertibkan Ormas/LSM yang tidak jelas atau abal-abal itu karena tidak adanya anggaran yang melimpah dan menguntungkan dirinya ...?
Acara seminar tersebut terkesan hanya formalitas belaka. Kurang Greget. Dan hanya menghambur-hamburkan uang negara saja. Beberapa pemateri tidak siap" tegasnya.
Karena merekalah yang sesungguhnya MUSANG berbulu Domba. Yang sudah melenceng dari UUD 1945. Jadi bukan Ormas/LSM yang berani menyorot dan tegak lurus dalam menjalan tupoksinya.
Semua itu adalah Tugas BAKESBANGPOL Sampang, untuk melakukan langkah tegas sesuai tupoksinya. Jangan hanya diam termangu saja, tanpa ada tindakan tegas dan nyata. Apa kabar burung di luar itu benar, terkait sulitnya menertibkan Ormas/LSM yang tidak jelas atau abal-abal itu karena tidak adanya anggaran yang melimpah dan menguntungkan dirinya ...?
Acara seminar tersebut terkesan hanya formalitas belaka. Kurang Greget. Dan hanya menghambur-hamburkan uang negara saja. Beberapa pemateri tidak siap" tegasnya.
Masih menurut Rifai, dirinya sudah pernah menyampaikan kepada BAKESBANGPOL terkait penertiban LSM tersebut.
" Kami sudah menyampaikan hal tersebut Langsung Kepada Kepala BAKESBANGPOL Sampang, yaitu Rudy Setyawan beberapa bulan yang lalu dan meminta agar menertibkan Ormas/LSM yang tidak jelas kinerja dan tupoksinya serta bersifat seperti BUNGLON inguan Harus di Tertibkan Supaya tidak meresahkan Masyarakat dan menjatuhkan Harkat dan Martabat Ormas/Lsm," Pungkasnya. (GAS)






