Surabaya, Jawapes.co.id - Lagi-lagi citra dan nama baik Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) tercoreng oleh ulah Oknum Polisi Jalan...
Surabaya, Jawapes.co.id - Lagi-lagi citra dan nama baik Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) tercoreng oleh ulah Oknum Polisi Jalan Raya (PJR) Kepolisian Daerah (POLDA) Jawa Timur Pos VIII Suramadu "Rudi Adri" dengan pangkat Ajun Inspektur Polisi Satu (AIPTU).
Seperti apa yang diungkapkan oleh korban bernisial "A" kepada awak media Jawapes. Dia mengatakan, Oknum Polisi PJR Suramadu "Rudi Adri" telah membawa kabur uang miliknya sebesar Rp. 3 Juta . Kejadian itu berlangsung 8 (delapan) bulan yang lalu.
Bermula saat Rudi Adri menawarkan barang kepadanya seharga Rp. 2.750.000,- Dengan catatan, barang tersebut akan siap Maksimal 1 bulan setelah pembayaran. Karena dirinya sudah mengenal dan mempercayai Omongan si Rudi Selaku Polisi, akhirnya uang itu diserahkan kepada Rudi sejumlah Rp. 3 juta. Namun, hingga minggu 11/9/2016, barang yang dijanjikan tersebut tak kunjung ada. Bahkan uang Rp. 3 juta itu juga ikut dibawa kabur oleh Rudi. Dihubungi telepon seluler nya si Rudi, tidak ada jawaban.
" saya sudah percaya dia mas, makanya saya bayar. Lagian saya tidak yakin kalau dia bakal menipu saya. Karena saya tau dia seorang Polisi. Namun hingga saat ini barang yang dia jual ke saya itu belum juga diserahkan. Dan bahkan uang yang saya berikan tersebut, dibawa lari. Uang diembat, barang tidak ada. Saya coba telpon, gak ada jawaban " ungkapnya.
"Masih menurut A, sejak kejadian itu Rudi tidak pernah ada dikantornya(Pos PJR Polda Jatim). Dirinya sering berusaha menemui dan bahkan menunggu Rudi di waktu bagian piketnya dari pagi sampai malam. Tapi tidak pernah ada/piket. Tapi anehnya, di buku Absensi tersebut ada tanda daftar hadir walaupun orangnya tidak ada.
" Dia tidak pernah ada di kantornya mas, sejak kejadian itu. Sering saya tungguin di waktu Piket nya Dia, dari pagi hingga malam. Tapi Dia tidak pernah kelihatan batang hidung nya. Dan anehnya, daftar hadir dibuku ab sensi dikantornya Dia (Pos PJR SURAMADU), itu terisi atau ada pembubuhan daftar hadir meski orangnya tidak ada " kesalnya.
Perlu diketahui, korban mengenal Oknum PJR SURAMADU (Rudi Adri), beserta rekan-rekannya karena sering melakukan Razia/Operasi diatas jembatan Suramadu. Meskipun hanya berdua bersama teman se Profesinya, siang terkadang malam hari tergantung Sikon.
Kendaraan yang sering diberhentikan, biasanya dijalur mobil. Seperti Truck, Taksi Gelap, dll. Terkecuali Bus AKDP dan kendaraan yang ber tanda khusus, hal itu, hanya Oknum tertentu yang mengetahui tanda tersebut. (Red)






