Jawapes.co.id (Sampang) - Seringkali kelalaian atau kelemahan dari seorang guru terhadap seorang murid selama berada dalam tanggung jaw...
Jawapes.co.id (Sampang) - Seringkali kelalaian atau kelemahan dari seorang guru terhadap seorang murid selama berada dalam tanggung jawabnya, justru ia seolah-olah tidak tahu menahu atau dilimpahkan kepada si murid sendiri atau bahkan kepada orang tua si murid. Hal ini malah nampak seperti sikap cuci tangan atau pelarian dari seorang guru yang harusnya menjadi teladan.
Kebiasaan yang tidak pantas dijadikan Contoh dan panutan oleh seluruh guru maupun Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar Negri (SDN) Somber 3, dan SDN Somber 5 Kecamatan Tamblangan Madura Jawa Timur, dengan meliburkan siswa siswinya dijam aktif belajar mengajar.
Ini merupakan penyalahgunaan wewenang sebagai Kepsek namun hal buruk ini malah didukung penuh dari salah satu pengawas di UPTD Kec, Tamblangan, Umar Faruq, saat dikonfirmasi awak media Jawapes via seluler.
"Murid tidak masuk sekolah atas kehendak sendiri di bulan puasa, buktinya tidak pernah ada perintah libur di hari efektif," kilah Umar Faruq.
Tak kalah mencengangkan dengan apa yang di sampaikan oleh kepala Bidang Pembinaan SD Achmad Mawardi terkait hal tersebut, saat ditemui di ruangannya.(10/7/2018).
"Semua sudah selesai, sudah dipanggil kepseknya. Kalau masalah SDN Somber 5 saya tidak tau," jawabnya dengan sinis.
Menanggapi hal itu, Sekjend DPP Jaringan Warga Peduli Sosial (Jawapes) Indonesia, Rizal Diansyah Soesanto, ST dengan tegas mengatakan, jika memang ada oknum guru apalagi kepala sekolah ternyata "nakal" maka pihaknya tidak akan segan-segan menindaktegas tanpa terkecuali siapa pun itu. Jadi, jangan coba-coba berani melakukan hal-hal diluar koridor yang ditentukan jika tidak ingin menyesal di kemudian hari.
"Seharusnya tanggung jawab guru lebih baik dibandingkan orang tua si murid agar tujuan dari pendidkan sekolah dapat tercapai seperti yang diuraikan dalam pasal 39 ayat (2) Undang-Undang tentang Pendidikan," tegas Rizal.
Kami akan mengawasi terus proses pendidikan ini karena menyangkut nasib anak bangsa dikemudian hari, imbuh Rizal. (Rifai) Bersambung







