Jawapes.co.id (Sampang) - Setelah beberapa bulan yang lalu ada indikasi oknum wartawan Sampang terlibat dalam aksi preman berkedok debt...
Jawapes.co.id (Sampang) - Setelah beberapa bulan yang lalu ada indikasi oknum wartawan Sampang terlibat dalam aksi preman berkedok debt collector dalam perampasan mobil wartawan di jalan Jaksa Agung Suprapto Kota Sampang, kali ini tugas mulia jurnalis kembali tercoreng akibat ulah dua pencuri di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Krampon 1, Desa Krampon, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Kamis (26/7/2018).
Pasalnya, dua pencuri tersebut berkedok sebagai wartawan suatu media untuk mengelabui korbannya. Adapun, korban dari kedua pelaku ini tak lain adalah Kepala Sekolah (Kepsek) SDN yang dimaksud.
Kapolsek Torjun Iptu Heriyanto mengungkapkan akan berupaya melacak keberadaan kedua oknum yang mengaku dirinya sebagai wartawan ini.
"Sementara ini, kami masih melakukan tahap penyelidikan. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk menangkap serta mengungkap para pelaku, baik motif dan modus dalam melakukan pencurian ini", ungkapnya
Saat tim Jawapes mengkonfirmasi melalui selulernya Samsul Hadipurnomo Selaku Pimred media tersebut menegaskan, "Apabila nanti ditemukan, Pihaknya tidak mentolerir siapapun mereka. Tetap akan melaporkan Pencemaran nama baik media, dan menghimbau untuk Semua wartawan untuk jangan mengedepankan emosi pasrahkan ke Penegak Hukum," Jelasnya.
Berbeda dengan apa yang dialami Rifai Wartawan Media Jawapes Sampang, yang emosi karena nama Wartawan di Sampang sering dimanfaatkan untuk melanggar Hukum oleh orang tidak bertanggung jawab berbuah Ancaman, Caci maki dan Hinaan di salah satu Group Whatshapp. (29/07/2018).
Hal itu diungkap Rizal Diansyah Soesanto, ST selaku Pimred media Jawapes, caci maki dan Hinaan yang di arahkan ke wartawannya.
"Sangat disayangkan tindakan oleh beberapa oknum LSM dan wartawan Sampang dalam menanggapi adanya berita di medsos tanpa mengkonfirmasi langsung ke yang bersangkutan. Masalah Oknum wartawan bekerja sama debt collector dengan merampasan mobil wartawan masih belum beres malah muncul masalah baru lagi, dengan mengaku wartawan melakukan pencurian di sekolahan. Saya himbau mari sesama wartawan untuk menjaga profesinya," tegas Rizal. ( Red)







