Jawapes.co.id (Sampang) - Dibawah tongkat komando AKBP Budi Wardiman SH SIK MH sebagai Kapolres Sampang yang dikenal Tegas tanpa kompro...
Jawapes.co.id (Sampang) - Dibawah tongkat komando AKBP Budi Wardiman SH SIK MH sebagai Kapolres Sampang yang dikenal Tegas tanpa kompromi dalam menindak bawahannya yang terbukti menyalahgunakan jabatannya sudah dikenal diseluruh pelosok di wilayah setempat.(21/08/2018).
Namun, ketegasan Kapolres Sampang tersebut seperti dicederai oleh Bripka Dadang DWI WD Banit Opsnal Polres Sampang yang diduga kuat terlibat langsung dalam perampasan 1 unit mobil Kia jenis new picanto dengan nopol L 1478 HS.
Peristiwa perampasan tersebut terjadi pada hari Rabu (18/04/2018) sekitar pukul 10.00 WIB di Jalan Jaksa Agung Suprapto, tepatnya didepan kantor Dinas Pendidikan dekat Traffic Management Center (TMC) Pos Polisi Lalulintas (Polantas) Barisan dengan alasan unit itu bermasalah karena menunggak angsuran dan juga ada laporan (LP) dari Polsek Sokolilo Surabaya.
Saat Tim investigasi Jawapes mengkonfirmasi Dadang melalui selulernya. Ia tidak menampik perbuatannya tersebut, tapi saat ditanya soal LP, dirinya linglung tidak bisa menjelaskan secara pasti dari Polsek mana.
"Iya betul saya dan anak buah saya yang melakukan penarikan itu beberapa waktu lalu sesuai laporan, kalau tidak salah LPnya dari Polsek Sidoarjo, kalau bukan ya Polsek Taman, ya Sedati," kilahnya.
Tidak kalah mencengangkan dengan apa yang disampaikan oleh
Kompol Suhartono, S.Ag selaku wakil Kapolres (waka) Sampang di salah satu group whatsapp yang begitu sinis dan acuh terkait pemberitaan tersebut.
"Karena infonya setengah setengah akhirnya gagal paham, Perlunya minum kopi biar gak gagal paham," Acuhnya.
Dari pemberitaan media Jawapes tersebut seharusnya oleh polres Sampang bisa di jadikan acuan untuk menindak lanjuti sebagai upaya pencegahan dari hal yang tidak di inginkan, termasuk Citra Polres itu sendiri dimasyarakat, agar tidak terkesan diacuhkan adanya pelanggaran yang dilakukan sebagai Penegak Hukum.
Dari sanalah Ach Rifai, selaku Korwil Madura Jaringan Warga Peduli Sosial (JAWAPES) Indonesia melayangkan surat resmi ke Kapolres Sampang untuk kejelasan kinerja bawahannya yang diduga telah mencoreng nama baik Polres Sampang.
"Kami layangkan surat resmi hanya untuk meluruskan kebenaran adanya dugaan oknum Polres Sampang yang menjadi ujung tombak debt collector diwilayah Hukum Polres Sampang, karena sampai detik ini tidak ada kejelasan akan hal itu dari Polres setempat maupun dari yang bersangkutan itu sendiri," kata Rifai secara singkat.(Red)








