Surabaya, Jawapes indonesia-Bersamaan dengan tumbuh suburnya media massa dan mudahnya warga Indonesia menerbitkan usaha penerbitan media ce...
Surabaya, Jawapes indonesia-Bersamaan dengan tumbuh suburnya media massa dan mudahnya warga Indonesia menerbitkan usaha penerbitan media cetak dan media online, sumber daya manusia (SDM) justru jadi acak adut. Karena kepepet untuk mendapatkan pekerjaaan, seorang yang tidak punya latar belakang pendidikan jurnalistik atau tidak punya pengalaman pun bisa menjadi wartawan.
(Asal berani bayar preskatpun jadi)
Tak jarang, kita dengan mudah menemukan seorang debt Collector, satpam, tukang parkir, pedagang kaki lima, dan makelar pun nyambi menjadi wartawan. Mereka berpakaian necis, pakai rompi wartawan, dan emblem bertuliskan "PERS". Di saku bajunya terselip kartu pers.
Di antara mereka memang ada yang mau belajar dan benar-benar menjalankan tugas jurnalistik. Artinya, mereka menghasilkan berita hasil liputan di lapangan, Namun, tidak jarang di antara para wartawan itu hanya menggunakan kartu pers sebagai modal untuk bertemu narasumber. Bukan berita yang dicari , (kerana tidak bisa menulis berita) tetapi uang.
Ada yang dengan cara halus, tetapi tidak jarang dengan cara kasar
Misal nya , mengancam akan memberitakan Kasus tersebut ,
kalau tidak mau di ajak kerjasama seperti berlangganan.......Profilan PENCITRA' AN setiap bulan. (Rifai






